Malam & Jahanam

Aku membenci malam. Karena malam akan membawa para jahanam keluar dari dasar terkelam.

Tapi aku juga mencintai malam. Karena aku adalah salah satu dari para jahanam terseram.

Andaikata siang tiada, niscaya kurajai hari yang senantiasa malam.
Aku mau rajam semua makhluk dalam bejana muram.

Kubantai mereka dalam nestapa kejam.

Aku ingin membuat mereka merasakan betapa derita itu tajam.
Bila harus kucaci para kurcaci.

Akan kusembelih jadi daging cincang tak berurat bernadi.

Kalau musti kesembelih semua peri.

Maka kujebol perutnya dengan pisau tumpul hingga meleleh tak bertepi.
Cuma jahanam bisa paham betapa perihnya tawa.

Kalau kau bukan jahanam, minggirlah!

Tunggu saja giliran matimu di pejagalan.
Kekasih malam,

Aku jahanam.
Engkau tak lebih dari sekedar debu di ujung pasirku.

Cuma serpihan tak bermakna dari nestapaku di semesta.

Puisi oleh: Bhayu M.H.

Condet. 1 Oktober 2017. 22:33 WIB.

Foto ilustrasi: The Technoskeptic. Diunduh dari hasil pencarian di Google Images.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s