Metallica, Jokowi & Harapan Masyarakat

metallica live in jakarta

Saya bukan penggemar Metallica, walau beberapa kali pernah mendengarkan lagunya di radio semasa kecil. Karena itu, saya tak punya satu pun kaset, CD, kaos atau pernak-pernik terkait grup heavy metal ini. Namun, ketika mereka berhasil dihadirkan di Jakarta dua hari lalu dan konsernya sukses tanpa kerusuhan seperti 15 tahun lalu, saya ikut bangga. Kenapa? Karena secara internasional, grup musik seperti Metallica akan menyedot perhatian media. Minimal, para penggemar Metallica sejagat tahu bahwa Jakarta dan Indonesia itu aman.

Lucunya, media massa terutama televisi lebih menyoroti Jokowi yang juga dikenal sebagai penggemar Metallica. Beberapa waktu lalu, ia bahkan pernah dikirimi bass guitar oleh personel grup ini, Robert Trujillo. Anehnya, ada tambahan tulisan yang bukan tulisan tangan Trujillo di sana bertuliskan: “giving back.” Karena itu dianggap gratifikasi, KPK lantas menyitanya.

Jokowi saat ini jadi “media darling”, setiap langkahnya menarik diikuti. Sebenarnya, baik Jokowi maupun Metallica punya kesamaan: mereka merupakan harapan masyarakat. Di tengah perjuangan hidup yang menghimpit dan suasana Indonesia yang masih diliputi ketidakpastian, kehadiran keduanya seakan oase. Metallica dengan lirik-liriknya yang keras dan musiknya yang energik bisa melampiaskan aneka rasa terpendam yang sulit diekspresikan sehari-hari. Sementara Jokowi yang berpembawaan kalem justru membawa rasa tenang pada masyarakat yang gemas membaca para pejabat dan politisi yang gemar “omdo”. Jokowi kerap menunjukkan ia tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja. Berbagai permasalahan Jakarta yang selama beberapa periode seakan mustahil dibereskan ternyata berhasil dikerjakannya. Sebutlah seperti penataan Waduk Pluit dan Pasar Tanah Abang. Meski belum bisa mengurai kemacetan dan menangani banjir, namun pekerjaan itu patut diapresiasi.

Harapan masyarakat di mana pun di seluruh dunia sama: hidup aman-damai-tenteram sehingga mereka bisa mencari nafkah bagi keluarganya dengan mudah. Bila mencari nafkah mudah, maka kekuatan ekonomi akan meningkat sehingga bisa menyediakan hiburan pula bagi keluarga. Ini termasuk dengan menonton konser yang terbilang mahal tiketnya, namun masih masuk akal karena dikonsumsi masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas. Jadi, kalau pemimpinnya mampu bekerja dengan baik, masyarakat senang, para artis pun senang. Intinya, semua senang. Bukan begitu?

Ilustrasi Foto: rajakarcis.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s