Profesi Supir

Karena mobil saya sedang rusak, maka beberapa hari belakangan saya kerap naik angkutan umum. Dan ternyata, pengalaman menarik bisa didapatkan. Seperti hari ini, saya duduk di samping pak supir yang sedang bekerja. Eh, tapi saya tidak sedang naik delman ya? Hehe.

Supir ini istimewa, karena dari penampilannya ia necis dan gaul. Saya menduga ia adalah pemilik kendaraan itu sendiri. Tapi setelah mengobrol, ia menyangkal. Malah, ia katanya cuma “supir tembak” dan bukan “batangan” mobil itu. Itu artinya ia hanya supir pengganti dan bukan supir aslinya. Selain bercerita detail pekerjaannya, kemudian terkorek bahwa ia pernah kuliah. Saya tidak tahu apakah ia selesai atau tidak, tapi dari caranya bertutur, pengetahuan dan wawasannya cukup luas untuk ukuran supir.

Yang menarik, ia membanggakan anaknya begitu rupa. Termasuk caranya mendidik anak sebagai “teman”. Konsep ini cukup sulit dimengerti bagi yang belum pernah mengetahui, apalagi menerapkannya. Sebagai hasilnya, katanya, anaknya selain lebih dekat kepada dirinya, juga giat belajar dan mau “curhat” apa saja kepadanya.

Selain itu, ia mengatakan kenal seorang Presiden Direktur yang dulu teman SMA-nya. Entah cerita ini benar atau tidak, namun itu bukan mustahil. Saya ingat sebuah artikel yang pernah saya baca sewaktu SMA. Di Silicon Valley Amerika Serikat, pusat segala industri high-tech bermarkas, pemadam kebakaran dan supir taksinya saja bergelar doktor! Jadi, kalau si supir angkot ini mengaku kenal orang berjabatan tinggi, mungkin-mungkin saja kan? Si supir pintar ini sendiri mengaku punya profesi asli sebagai desainer grafis. Boleh juga kan?

Pada akhirnya, semua profesi itu baik, asalkan cara mencari uangnya halal. Profesi yang kelihatan terhormat seperti pejabat negara belum tentu baik, kalau pribadi yang memegang jabatan itu tidak amanah kan? Dan di kesempatan lain, saat saya berbincang dengan supir taksi perusahaan terkemuka, alangkah terkejutnya saya ketika tahu bahwa penghasilannya hampir menyamai manajer perusahaan menengah-besar. Tentu, itu dengan catatan target terus terpenuhi. Maka, apa pun profesi Anda, jalani dengan baik. Dan jangan lupa terus tingkatkan pengetahuan dan wawasan. Sebaliknya, jangan remehkan profesi orang lain. Bisa jadi orang itu malah lebih hebat daripada Anda. Seperti si supir pintar yang saya ceritakan tadi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s