Persuasi, Sinergi, Pikiran & Kebenaran

Karena sudah dinihari, maka sekalian saja saya menuliskan dua posting. Satu untuk Jum’at, satu lagi yang ini untuk Sabtu. Posting ini saya tulis sambil terus mensyukuri berkat yang saya terima. Dan saya melakukannya sambil menonton acara televisi “persuasif” dari agama lain. Acara dikemas dengan penggambaran drama kehidupan, dan baru di akhir acara orang sadar bahwa itu adalah tawaran tentang “kebenaran” dari sebuah agama.

Persuasi adalah seni. Orang yang memiliki dan mengelola kemampuan ini dengan baik berarti memiliki Adversity Quotient (AQ) yang tinggi. Tentu saja di dalamnya terkandung kemampuan interpersonal yang juga harus oke. Tidak semua orang mampu melakukannya. Karena itu saya sering sekali menerima permintaan dicarikan staf bagian penjualan (sales) atau pemasaran (marketing). Kenapa? Tentu karena dalam sebuah organisasi apalagi perusahaan, keduanya adalah ujung tombok untuk mendatangkan uang. Buat apa kita punya produk atau jasa bagus tapi tak bisa dijual?

Di sinilah kita harus mampu merumuskan, kapan sinergi yang tepat harus dibangun. Seringkali, uang datang bukan karena penjualan langsung (hard selling), tapi melalui jalan berputar. Pengalaman saya membuktikan, membantu orang lain lebih dulu seringkali justru menjadikannya jalan untuk dibukakan pintu rezeki oleh Tuhan. Sinergi atau kerjasama dengan pihak lain adalah kuncinya.

Untuk melakukannya, kita perlu berpikiran terbuka dan positif. Terbuka artinya kita harus mampu menerima pendapat pihak lain yang seringkali bertentangan dengan kita. Positif artinya selalu berupaya mengambil hikmah dari kondisi terburuk sekali pun. Meski saya tak sepenuhnya setuju pada isi buku “The Secret”, tapi saya sependapat pada pesan moral buku itu yaitu selalulah berpikir positif agar “semesta mendukung” (mestakung adalah istilah Prof. Yohanes Surya) apa pun yang kita lakukan. Saya sendiri berupaya mengubah pikiran negatif atas ketidakadilan yang saya terima sebagai berkat terselubung. Siapa tahu justru saya sedang coba diloloskan Tuhan dari sebuah malapetaka lebih besar kelak. Saya lantas teringat pada selarik syair lagu “Kidung” yang diciptakan alm. Chrisye berikut:

Oh kidung yang indah
Kau luputkan aku
Dari sebuah dosaku

Seringkali, kita tidak merasa sedang diluputkan dari dosa (atau kesalahan) dalam hidup. Belokan patah di tikungan hidup kita anggap musibah, padahal bisa jadi kita justru sedang diselamatkan dari salah jalan. Kebenaran yang kita yakini sebenar-benarnya belum tentu benar.

Contoh konkret kembali ke dunia penjualan dan pemasaran. Semua orang yang bekerja di sebuah perusahaan farmasi misalnya, akan haqqul yaqin obat buatan pabrik mereka paling ampuh. Dan karenanya juga seharusnya paling banyak terjual di pasar. Tapi, perusahaan farmasi lain juga berpendapat serupa bukan? Maka, pasarlah yang akan bicara. Obat mana yang kemudian paling laku. Belum tentu lho yang paling laku itu obat paling manjur, bisa jadi cuma karena paling murah atau justru yang paling gencar beriklan.

Apalagi kalau sekedar ide. Banyak orang di dunia bisa punya ide sama. Karena itu, saya adalah tipe orang yang menyimpan ide serapat mungkin sampai saya mampu mewujudkannya. Sebabnya, ide bisa dicuri. Dan tidak ada hukum apa pun yang melindungi ide, kecuali sudah diwujudkan, minimal dalam konsep tertulis. Kebenaran ide kita juga sangat relatif di hadapan orang lain. Karena itu, jangan merasa ide kita paling bagus sedunia. Pengalaman saya, seringkali ide yang saya anggap bagus dan baru malah di mata orang lain jelek dan basi. Tambah celaka saat ide itu saya presentasikan di hadapan calon investor atau prospek, dan mendapatkan penilaian semacam itu. Biasanya, komentar merendahkan saya terima sebagaifeed back-nya. Tapi seperti dikatakan Nietzsche, “what doesn’t kill you make you stronger”. Segala bentuk pelecehan, perendahan, penghinaan dan ketidakadilan saya terima sebagai obat. Biarpun pahit, namun menyembuhkan. Maka, pada akhirnya saya kembali mendendangkan lagu “Kidung”-nya Chrisye”:

Tak selamanya
Mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kulihat begitu ceria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s