Eksis

Kemarin sore, saya bertemu seseorang yang menampung sumbangan buku untuk sebuah SD di Maluku. Ternyata sumbangan itu diorganisir oleh Komunitas Blogger Maluku. Kebetulan karena memiliki sejumlah stok buku, saya menyumbang beberapa. Sayang, penerimaan orang tersebut kurang baik sehingga saya terus terang agak menyesal menyumbang. Bahkan kalau tidak ingat pada penerima sumbangan nun jauh di timur Indonesia yang membutuhkan, saya nyaris membatalkan sumbangan.

Sebenarnya penyebab orang tersebut bertingkah seperti itu adalah masalah eksistensi. Hal inilah juga yang membuat saya kurang nyaman bergabung dengan komunitas blogger. (Sekedar info, meski saya beberapa kali menghadiri sejumlah perhelatan blogger, namun hingga sekarang eksistensi saya dipinggirkan. Saya juga tidak pernah diundang sama sekali dalam acara blogger apa pun, kecuali saya mendaftar sendiri sebagai peserta dan membayar.). Umumnya orang menulis blog alias nge-blog antara lain untuk menunjukkan eksistensinya. Saya sendiri awalnya begitu. Namun makin hari saya sadar bahwa alih-alih eksistensi saya dihargai, saya justru dipinggirkan. Hanya saja, saya tetap menulis karena justru ada ‘kepuasan’ lain yaitu bisa berbagi dan membantu orang lain. Seperti Anda lihat, top post di blog ini adalah yang bersifat membantu pembaca.

Saya tidak beruntung pernah sekolah di luar negeri saat internet muncul, sehingga terlambat mengetahui adanya blog bahkan internet. Inilah keuntungan sejumlah “blogger selebritis” yang lebih dulu punya account daripada mereka yang hanya ngendon di Indonesia. Saya juga tidak punya teman-teman banyak yang menjadi pembaca blog setia tiap saya menulis. Meski sebenarnya tulisan tersebut tidak bermutu dan tidak bermanfaat bagi khalayak di luar kelompoknya. (Tahu kan, bahwa kita paling senang mengetahui informasi terkait ‘dunia kecil’ kita?). Saya juga tidak beruntung dikenal orang karena ‘pencitraan’ diri palsu. Misalnya saya tahu ada blogger yang dikagumi karena katanya “menulis setiap hari”. Padahal, faktanya tidak.

Namun justru melihat statistik blog saya, kebanyakan pengunjung justru orang yang mencari dari mesin pencari. (soal ini Anda bisa mampir ke sister website LifeSchool-Indonesia). Karena itu berarti mereka memang mencari informasi yang dibutuhkan. Bahkan saya mendapati ada dua buku yang menjadikan blog ini rujukan (Penulisnya tidak melaporkan,ย  tapi masih lumayan jujur mencantumkan sumbernya. Saya menemukannya dengan bantuan Tuhan secara kebetulan di toko buku). Kalau yang copy-paste saya dapati ada pada beberapa tulisan bersifat tips (Kalau yang ini mereka jelas tidak jujur karena tidak mencantumkan sumber). Bahkan saya mendapati ada dosen yang menulis makalah ilmiah berdasarkan tulisan di blog ini (Karena ilmiah, maka rujukannya jelas dicantumkan).

Maka, meski saya pernah menerbitkan sendiri tulisan di blog ini melalui penerbit yang dimiliki keluarga saya, saya memilih untuk tidak berkoar-koar. Sementara justru orang yang menerima sumbangan buku saya tersebut tampak bangga sekali dengan buku yang katanya berasal dari kumpulan tulisannya di blog. Padahal, kalau saya mau, di blog ini terdapat lebih dari 1.500 tulisan. Bisa jadi berapa buku ya?

Akhirul kalam, tulisan bersifat ‘curcol’ ini saya akhiri dengan sebuah kesadaran baru, bahwa eksistensi kita di mata Tuhan lebih penting. Biarlah komunitas blogger tidak mau mengakui saya. Biarlah orang lain menganggap eksistensi saya tak berharga. Yang penting saya terbukti telah berguna bagi sesama. Insya ALLAH ada pahalanya. Aamiin.

2 responses to “Eksis

  1. Assalamualaikum mas bhayu. ๐Ÿ™‚

    saya Roe, yang kemarin mengambil buku sama mas bhayu.!

    sepertinya mas bhayu sedikit su’udzon dengan saya. Demi Allah yang nyawa saya ada dlm genggamannya, tak ada maksud apa2 dari saya sama seperti apa yg mas bhayu tuliskan ttg saya ditulisan ini.

    saya justru senang banget bisa ketemu dengan mas bhayu yang aktif menulis ketimbang saya yg selama 4 tahun baru menulis 65 tulisan. tak ada maksud menyombongkan diri dengan membanggakan kalau tulisan2 saya bisa dibukukan, saya pikir sesama blogger tak ada salahnya saya mengatakannya kepada mas bhayu. dan bukan bermaksud menyombongkan diri. apalagi mas bhayu bilang ke saya biasa nulis di politikiana dan kompasiana, forum yg saya bahkan gak pede tuk bergabung didalamnya. krn saya tahu, kualitas tulisan disana sangat2 bagus.

    koment ini sekedar klarifikasi ajah buat mas bhayu yg sepertinya langsung menjustis saya dengan kejelekan tanpa mengenal saya lebih jauh.

    saya berkunjung kesini, atas undangan mas bhayu sendiri karena sdh memberikan kartu nama ke saya.

    terima kasih mas bhayu untuk tulisannya.! saya gak merasa ini tamparan, karena saya yakin dengan apa yg saya lakukan kemarin sama sekali tdk salah dan tdk menyalahi aturan sopan santun. karena pembicaraan kita kemarin baik2 saja,
    Maaf bila kurang enak atau nyaman dengan pertemuan kemarin. makasih.

    demikian mas..

    Roe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s