Penyensoran di Internet

Komunitas internet di Amerika Serikat saat ini tengah bergolak. Sebabnya, Kongres A.S. mengajukan rencana undang-undang yang diduga akan melegalkan penyensoran di internet. Aturan baru itu bernama Stop Online Piracy Act atau disingkat SOPA. (untuk sekedar mengetahui mengenai hal ini bisa membaca berita di Kompas.com).

Sebagai upaya melawan rencana tersebut, komunitas internet berencana melakukan pemboikotan. Aksi pemboikotan tersebut dinamakan “Black Out Day”, yang diwujudkan dengan mematikan beragam situs internet pada 18 Januari 2012. Salah satu situs yang sudah pasti akan berpartisipasi adalah wikipedia.org. Situs penyedia informasi yang berfungsi bak ensiklopedia maya ini akan mematikan fungsinya. Rencananya adalah situs berbahasa Inggris saja yang dimatikan, sehingga kemungkinan versi berbahasa lain -termasuk bahasa Indonesia- tetap aktif. Saya juga melihat saat membuka situs WordPress.com juga ikut berpartisipasi.

Penyensoran di internet adalah musibah bagi komunitas internet di Amerika Serikat. Karena di negeri tersebut nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi selain demokrasi adalah kebebasan individual. Apabila terjadi pemboikotan oleh komunitas internet juga berbahaya karena sebagian besar situs dunia berinduk di negeri itu. Bahkan struktur dunia maya yang kita pakai pun sebenarnya ‘ibukota’nya ya di A.S.

Saya termasuk orang yang tidak setuju pada campur tangan negara atas kehidupan pribadi rakyatnya. Harus ada pemisahan antara ranah publik dan ranah pribadi. Akses internet merupakan hak tiap individu. Dan sebenarnya kalaupun hendak ada penyensoran seharusnya bukan oleh negara. Misalnya situs pornografi, ada aplikasi perangkat lunak (software) yang bisa dipakai untuk menyensor secara individual di tiap perangkat komputer. Dengan begitu orangtua bisa melindungi anak-anaknya.

Penyensoran hanya dilakukan di negara-negara yang pemerintahnya takut pada dampak kebebasan informasi. Sebutlah negara seperti China, Korea Utara, atau sejumlah negara di Timur-Tengah. Pemerintah yang berkuasa mutlak (seringkali bersifat diktator atau tiran) menyensor internet agar informasi yang tersebar keluar dari satu pintu. Celakanya, kita malah sudah lebih ‘maju’ daripada A.S. dengan telah diterapkannya UU ITE.

Foto: cbsnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s