Curhat Pada Tuhan

Beberapa hari lalu, ustadz Maulana di sebuah stasiun televisi mengemukakan soal ‘curhat’. Selama ini, kita sering menganggap Tuhan hanya sebagai sosok yang disembah saja. Padahal, Tuhan seharusnya juga jadi tempat curhat. Artinya, persoalan apa pun yang kita hadapi dalam kehidupan, sudah selayaknya kita adukan dan konsultasikan pada Tuhan.

Alih-alih kita ‘curhat’ kepada Tuhan, justru seringnya kita melakukannya kepada teman. Salah satu alasannya adalah solusi atau feedback yang didapatkan bisa langsung. Sementara kalau kepada Tuhan, dianggap jawabannya tidak jelas.

Padahal, andaikata kita “menjernihkan batin” seperti saran St. Ignatius dari Loyola, walau tentu saja sesuai dengan agama kita masing-masing, kita akan menerima jawaban yang jelas. Banyak sekali contoh dalam sejarah yang menunjukkan orang-orang dengan tingkat kejernihan batin yang tinggi bersandar pada wangsit yang diterimanya. Sayangnya, ini seringkali juga tidak akurat. Seorang presiden kita yang juga seorang kyai dikenal lebih mempercayai “bisikan ghaib” daripada fakta nyata. Karena itu, dalam menerima dan mengaplikasikan wangsit juga harus proporsional.

Demikian pula dengan materi ‘curhat’-an kepada Tuhan, tentu juga harus proporsional. Dalam terminologi Islam, Tuhan adalah pemilik kita. Sebagai majikan, kita yang hambanya tentu harus tahu diri saat curhat. Andaikata Tuhan dipersonifikasikan, maka tentu kita tidak bisa ‘curhat’ sambil ‘ngeplak’ kepalanya. Sama tidak mungkinnya dengan kita melakukan hal tersebut bila sedang konsultasi dengan atasan atau konseling dengan psikolog misalnya. Ada ‘tata-krama’ yang harus dipatuhi.

Di sini, andaikata kita bisa ‘curhat’ tiap hari kepada Tuhan, niscaya beban hidup akan terlepas. Tentu, beban hidup paling mengemuka adalah soal keuangan. Namun, sebenarnya ada beban-beban lain yang tatkala datang menghampiri niscaya soal keuangan seolah tidak berarti. Sebutlah masalah kesehatan. Karena itu, adukan semua masalah pada Tuhan. Niscaya ia Yang Maha Pemberi Solusi akan mencarikan jalan keluar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s