Optimisme Sebagai Usahawan

Terus-terang saya bingung mau menulis apa pagi ini. Apalagi jam 5 pagi sudah ada SMS mengingatkan dari panitia untuk menghadiri sebuah seminar pagi ini. Jadi, tulisan ini dibuat agak terburu-buru sebelum berangkat.

Membaca berita di koran pagi dan portal internet, kita menghadapi sajian aneka isyu. Ada berita mengenai Abraham Samad yang baru saja terpilih menjadi Ketua KPK yang baru, ada berita mengenai gunung Gamalama yang masih membara, dan aneka berita lain.

Namun saya tertarik pada berita yang mengutip pernyataan Hermawan Kertajaya yang menyatakan Indonesia adalah “China yang baru” (berita ada di sini). Karena saya pekan lalu baru saja menghadiri seminar tentang potensi CHINDONESIA (ulasan ada di blog ini tanggal 1 Desember 2011 dan di website Bhayu), seakan menjadi “mestakung” karena benang merahnya. Terus terang, membaca pemaparan Hermawan itu terbersit optimisme menghadapi tahun 2012.

Padahal, di skala mikro kehidupan saya, banyak tantangan kehidupan yang dihadapi. Mulai dari persoalan pribadi maupun sebagai usahawan. Terus terang, tahun 2011 ini cukup suram bagi usaha saya, terutama karena saya kehilangan pegawai kepercayaan. Walau begitu, saya tahu tidak ada yang bisa menolong saya selain diri saya sendiri (dan memohon pertolongan Tuhan tentunya). Dahulu saya pernah mencoba meminta pertolongan teman lama dan sahabat, tapi sia-sia. Kini, saya justru percaya diri pertolongan akan datang justru kalau saya makin banyak ‘beredar’.

Dalam seminar IYE! saya juga mengutarakan, justru kisah usahawan gagal -dan bangkit lagi tentunya- yang lebih diperlukan. Karena di mana-mana banyak  buku,  seminar atau talkshow yang mengulas kisah sukses. Justru kisah gagal itu yang lebih diperlukan. Terutama untuk memberi semangat bahwa orang-orang yang sudah sukses itu juga pernah susah. Mereka bukan “superman” yang ujug-ujug sakti mandraguna di dunia bisnis.

Karena seringkali, usahawan yang gagal justru ngumpet dan tidak mau ‘beredar’. Padahal, justru dengan ‘beredar’ itulah peluang kita untuk mendapatkan jaringan, kolega dan bahkan prospek klien terbuka lebar. Dan malah bisa jadi merupakan awal kebangkitan dari keterpurukan usaha yang dihadapi. Ingat, seperti dikatakan Hermawan, Indonesia adalah pasar yang besar. Peluang selalu ada. Segala hal bisa dijadikan uang. Dari situlah kita bisa membangkitkan optimisme sebagai usahawan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s