Nama Usaha, sekali lagi….

Banyak yang bingung ketika akan menamai usahanya. Hal itu tercermin dari banyaknya pertanyaan masuk kepada penulis di tulisan yang selalu menjadi “Top Post” di blog ini.

Sebenarnya, nama bisa berarti banyak, namun juga bisa tidak ada artinya. Pemilihan nama unik berarti di bisnis yang sudah jenuh atau penuh pemain (istilahnya “Red Ocean”) dan berskala besar. Kalau skalanya kecil seperti warung atau toko, saya sudah pernah menulis bahwa tidak perlu repot mencari nama. Pemilik usaha bahkan tidak perlu berkonsultasi dengan ahli secara profesional, karena akan mahal. Jangan dikira mencari nama unik seperti “Yahoo” atau “Google” cukup duduk di depan komputer sambil minum kopi dan “aha!”, dapat namanya. Perlu diskusi lama, penelitian atau riset termasuk riset pasar dan tentunya dana tidak sedikit.

Bila usaha kita baru mulai dan skalanya kecil, cukup berbicara dan berdiskusi dengan kerabat atau keluarga. Jangan ragu pula memakai nama sendiri atau nama keluarga termasuk anak. Ingat, banyak merek terkenal di dunia adalah nama orang atau pendirinya. Sebutlah Toyota, Ford, atau Honda. Jadi, bila usaha Anda dinamai “Asep” atau “Siti” tidak masalah kan?

Perhatikan juga lokasi usaha. Bila unik, maka bisa dijadikan nama usaha sekaligus nama tempat usaha. Misalnya lokasi usaha berada di tikungan, maka bisa dinamai “Toko Pengkolan” (bahasa Jawa”, artinya belokan/tikungan). Apalagi kalau di jalan yang dikenal warga setempat, bisa saja gunakan kombinasi nama jalan dengan nama sendiri “Atang Sudirman Celuller Shop” misalnya. Atau ada monumen di dekat lokasi Anda, ‘culik’ saja namanya. Misalnya “Patung Pak Jenderal Cake Shop”.

Menggunakan nama berbahasa Inggris juga sah dan terkesan keren. Walau jangan sampai terlalu rumit hingga pembeli bingung apa yang Anda jual. Misalnya daripada menggunakan nama “Apple Shop” untuk menjual perangkat komputer dari Macintosh, lebih baik gunakan kata “Computer Shop” dan jangan pakai “Apple”. Misalnya “Rudy Computer Shop”, barulah di bawahnya ada tambahan “Apple Macintosh specialist”.

Dan mohon diingat, bila Anda berkonsultasi dengan orang lain seperti saya, orang lain harus mengerti filosofi dari usaha Anda. Bila memang nama usaha hendak dibuat besar seperti pabrik berskala nasional, memang perlu bantuan ahli. Namun untuk yang dimulai dari skala kecil, lebih baik diskusikan dengan mereka yang sehari-hari sudah mengenal Anda. Termasuk rekan bisnis tentunya. Karena orang lain cuma bisa melihat dari jauh dan bisa keliru menyarankan, sementara orang dekat jauh lebih mengerti bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s