Waktu & Kesalahan

Pernahkah Anda ingin waktu berhenti berputar atau malah berbalik ke masa lalu? Biasanya itu terjadi apabila ada kesalahan yang kita lakukan dalam hidup dan sangat ingin kita perbaiki. Namun kita tahu, meski ada keyakinan waktu siklik di beberapa agama, hidup yang kita jalani saat ini merupakan waktu linear. Artinya, sekali berjalan lurus ke depan tanpa pernah kembali lagi.

Banyak sekali hikmah atau kata mutiara yang intinya mengatakan: “masa lalu sudah berlalu, masa depan belum terjadi, hiduplah di saat ini.” Atau yang menggunakan bahasa Inggris: “now is present, present is a gift, be happy”.

Bagi yang sering membaca buku atau mengikuti seminar, tentu sudah akrab dengan kalimat-kalimat semacam itu. Apalagi ada ungkapan, “kalau tak bisa meninggalkan masa lalu, kita tak bisa melangkah menuju masa depan.” Namun, bagi yang sedang mengalami permasalahan terkait masa lalu, biasanya sungguh tak mudah untuk melangkah.

Bagi yang sudah berusia senja, masa remaja terasa baru kemarin. Kini, malah harus mempersiapkan diri menghadapi kematian yang sudah pasti akan datang. Sementara bagi yang merasa masih muda, justru harus ingat pada kematian yang bisa tiba sewaktu-waktu. Waktu yang sudah berlalu seringkali menjadikan kita mampu berintrospeksi. Namun tak jarang juga menjadi sebuah penyesalan apalagi apabila ada langkah keliru dalam hidup, sehingga membuat hidup kita berbelok.

Saya sendiri seringkali merasa ingin membalik waktu, tapi saya tahu itu tak mungkin. Kalau ingin membalik waktu, saya ingin kembali ke masa SD atau malah TK. Masa di mana kita cuma mengenal dua hal: belajar dan bermain. Malah, seringnya belajarnya terlupakan. Masa di mana kita tak perlu cari uang atau bermanis muka demi menjaga hubungan. Bertengkar atau berkelahi dengan teman sekali pun tak akan terbawa jadi dendam.

Tapi itu jelas tak mungkin. Kita harus realistis menghadapi hidup. Saat menghadapi kesulitan, lihat ke bawah, banyak yang lebih sulit daripada kita. Sementara saat mendapat keberuntungan, kita juga harus melihat ke bawah, agar tak lupa saat kita sulit dan mau menolong yang masih kesulitan. Kapan melihat ke atasnya? Sebagai motivasi bahwa kita bisa mencapai kehidupan yang lebih baik tanpa perlu membalik waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s