Hari Polwan

Siapa yang tahu kemarin adalah “hari Polwan”? Mungkin tidak banyak yang tahu, termasuk saya juga tadinya tidak tahu. Tapi kalau mbak-mbak Polwan yang jadi ilustrasi foto di atas sih, hampir semua pemirsa televisi tahu ya? Mereka ini sekarang ngetop bak selebriti, walau sebenarnya saat tampil di TV hanya menjalankan tugas sebagai guest host dari NTMC Polri. Alias, sebenarnya mereka ngetop justru karena side duty-nya saja.

Sehari-hari, Polwan di negeri kita kerapkali masih jadi simbol belaka. Tercatat baru ada tiga orang Polwan yang mencicipi pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal. Tidak ada yang lebih tinggi. Peran Polwan sebagai detektif wanita seperti di kepolisian luar negeri pun kurang terlihat. Kebanyakan bertugas sebagai polisi lalu lintas atau di bagian administrasi saja. Padahal, sebagai wanita, ada naluri ketelitian yang kerap dibutuhkan seorang detektif. Kalau Anda ingat film serial The X-Files, Special Agent FBI Dana Scully malah tampil begitu rasional dan hati-hati dibandingkan partner prianya, Fox Mulder.

Sebagai Polantas, tampilnya Polwan di jalan juga kerapkali masih jadi pemanis belaka. Padahal, penegakan disiplin berlalu-lintas justru lebih baik bila melibatkan Polwan. Pengemudi yang kebanyakan laki-laki biasanya akan salah tingkah dan tidak enak hati saat harus “meminta damai” dengan Polwan bila ia melakukan pelanggaran lalu-lintas.

Disiplin berlalu-lintas masyarakat kita memang masih amat payah. Pengguna jalan terutama pengemudi kendaraan bermotor hanya patuh pada aturan bila ada yang mengawasi.  Di saat kepadatan arus mudik dan balik Lebaran seperti ini, makin terlihat kesembronoan pengemudi di luar kota. Kepolisian kerapkali harus mentoleransi pelanggaran demi kelancaran arus lalu-lintas. Karena bila dilakukan penindakan, bisa dipastikan jumlahnya massal dan menimbulkan kemacetan.

Kedisiplinan berlalu-lintas justru sebaiknya dimulai dari aparat sendiri. Misalnya saja tidak melanggar rambu lalu-lintas walau mengendarai kendaraan dinas atau menggunakan pakaian dinas. Motor polisi sering sekali saya lihat masuk jalan tol, padahal tidak sedang dalam tugas pengawalan. Demikian juga parkir kendaraan  di jalan (on the street) yang seenaknya di sekitar kantor mereka. Justru menaati aturan harus dimulai dari mereka yang diberi hak oleh negara untuk menegakkannya. Teladan seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga pencitraan positif oleh mbak-mbak Polwan di televisi tidaklah sia-sia dan berakhir di ‘nglanjor’ cowok-cowok ABG belaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s