Skenario Kiamat (8) – versi Hindu & Buddha

Pembahasan mengenai kedua agama ini digabungkan karena keduanya mengenal konsep waktu siklik dan bukan linear. Dunia tidak akan pernah berakhir karena penciptaan akan terulang terus. Manusia yang mati akan mengalami reinkarnasi, yang disebut sebagai “tumimbal lahir” dalam istilah Buddhisme di Indonesia. Karena sama-sama lahir dan berkembang di India, pada sejumlah teologinya terdapat pula sinkretisme. Buddha misalnya sering dianggap sebagai salah satu dewa tertinggi Hinduisme.

Konsep kiamat pada dasarnya tidak dikenal di dua agama ini. Dalam agama Hindu, zaman yang dialami alam semesta disebut “Yuga”. Dimulai dari Kali Yuga, Satya Yuga, Dwapara Yuga, Treta Yuga dan kembali lagi ke zaman Kali Yuga. Waktu berputar terus. Perbuatan baik manusia akan berefek pada status pencapaiannya di kehidupan selanjutnya di alam berikutnya. Patut dicatat, dalam agama Hindu, Bharatayudha merupakan peperangan di akhir dunia. Pasca peperangan ini, umat manusia dianggap masuk dalam tahapan akhir yaitu Treta Yuga dan akan kembali lagi ke zaman Kali Yuga. Namun, pendapat lain justru mengatakan saat ini kita masih di tahapan Kali Yuga. Sehingga pada akhir tahapan zaman ini akan muncul “Kalki Avatar” untuk menegakkan kebenaran.

Dalam agama Buddha pun konsep waktu siklik dianut. Mirip dengan Nasrani dan Islam, umat Buddhis menunggu kedatangan “sang juru selamat”. Ini karena adanya janji kedatangan “Buddha Maitreya”, sebuah pengejawantahan Buddha di akhir zaman untuk memurnikan kembali ajaran Buddhisme yang mulai dilupakan. Namun bedanya dengan Islam dan Nasrani, tidak ada kiamat pasca kedatangan Buddha Maitreya ini, karena waktu kembali berputar ke era Buddha Shakyamuni yang diyakini pernah ada dalam sejarah. Setiap manusia dalam penganut Buddhisme akan berupaya mencapai Nirvana dengan cara moksa seperti pernah dialami Siddharta Gautama. Dan ini bisa dicapai dengan memperbanyak karma baik tanpa adanya hari penghitungan khusus di akhir zaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s