Teman Masa Lalu, Sekarang & Masa Depan (3)

Investasi saat ini terhadap teman yang tepat, akan menjamin masa depan yang lebih baik. Tentu saja, selama kita pandai me-“maintain” hubungan kita. Terkadang, kedekatan kita dengan seseorang terbagi menjadi beberapa derajat. Saya sendiri menggolongkannya menjadi:

  1. Kenalan
  2. Teman
  3. Kolega (teman bisnis)
  4. Rekan kerja
  5. Teman dekat
  6. Sahabat

Tentu saja Anda bisa menerka kalau dari atas ke bawah makin dekat hubungannya dengan kita. Seseorang adalah sahabat bila ia berada di samping kita dalam suka dan duka. Ia bahkan rela melakukan apa saja, bahkan kalau perlu mengorbankan dirinya demi kita. Memang, terkadang jadi negatif. Misalnya ada yang terkena masalah, sahabatnya akan melakukan apa saja untuk membantunya termasuk bila perlu dengan melakukan tindakan yang melanggar hukum atau norma.

Sementara kenalan hanya orang yang ‘lewat dalam hidup’ kita. Mereka bisa teman sekolah, kenal di seminar hingga teman mengobrol saat menunggu bus. Tentu teman sekolah yang masih kita jaga hubungannya hingga sekarang bukan kenalan lagi, ia bisa jadi teman atau malah sahabat. Tapi bila sekedar ‘pernah kenal’, maka ia cuma ‘kenalan’.

Ada memang yang merangkap status. Misalnya rekan kerja sekaligus sahabat. Maka ia sejatinya sahabat. Sahabat bisa berasal dari mana pun. Bisa teman sekolah, rekan kerja, atau malah awalnya cuma kenalan di perjalanan.

Sayangnya, semua ini tergantung kepribadian kita. Koleris seperti saya cenderung sulit menemukan sahabat sejati, karena kuatnya dominasi pribadi saat berinteraksi. Banyak yang merasa tidak nyaman saat berdekatan dengan saya, karena sifat “kuat” seorang koleris, apalagi yang bersifat berlawanan atau malah sejenis. Sementara mereka dengan tipe kepribadian “phlegmatis” cenderung lebih mudah karena mereka tidak mau “mencari musuh” dan cenderung tidak mau berkonflik, meski akibatnya dalam situasi konflik mereka jadi seperti sulit bersikap.

Karena itu, saya berusaha sebaik mungkin me-“maintain” jenis hubungan lain, terutama kolega atau teman bisnis. Saya sangat sadar bahwa kekuatan kepribadian saya itu membuat saya sulit punya sahabat atau sekedar teman dekat. Sebab yang ada hanya “follower” atau malah “patron”. Sulit menemukan yang sejajar, setidaknya di mata seorang koleris.

Bila Anda merasa punya banyak kenalan, beruntunglah Anda. Namun usahakan agar mereka tidak sekedar teman menghabiskan waktu, namun juga berguna bagi hidup Anda. Selamat berteman banyak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s