Kesempatan

Dalam hidup, kerapkali kita melewatkan apa yang namanya kesempatan. Padahal, Tuhan memberi kesempatan kepada manusia banyak sekali. Hanya saja, banyak di antaranya yang terlewat begitu saja karena kita tak siap menyambutnya. Pepatah lama mengatakan: “Bila murid siap, guru akan datang.” Itu sama artinya dengan “Success favor the ready”. Kalau Anda tidak siap sukses, maka sukses tidak akan menghampiri Anda.

Secara agama, banyak ikhtiar ukhrawi yang bisa dilakukan. Misalnya saja banyak berdo’a. Namun harus diingat, bila kesuksesan dalam hidup yang diinginkan adalah duniawi, maka upayanya juga harus duniawi. Upaya ukhrawi meski diyakini memberikan ‘jalan’ tertentu termasuk yang sifatnya ‘ajaib’, harus digunakan sebagai pelengkap dari upaya duniawi. Ini agar kita tidak kecewa kepada Tuhan apabila ternyata gagal menangkap kesempatan.

Terkadang, kesempatan terlewat karena kita tidak berani kelaur dari “zona nyaman” kita. Ada kesempatan datang, namun tidak disambar karena takut atau ragu pada kemampuan kita. Padahal, seharusnya ya disambar dulu. Bila memang ragu atau takut, kan bisa dipelajari sambil jalan atau istilahnya “learning by doing”.

Jangan sampai karena merasa “Tuhan belum mengizinkan” maka kita tidak mengambil kesempatan yang ada. Saat menangani assessment sebuah perusahaan misalnya, ada karyawannya yang menganggap dirinya terlalu religius, namun efeknya adalah ia selalu menunggu “izin Tuhan” untuk bekerja lebih keras. Dalihnya, bila memang Tuhan mengizinkan, maka ia akan berprestasi. Bila belum, maka tidak perlu ‘ngoyo’ untuk bekerja lebih keras. Tindakan ini jelas menggemaskan karena seolah-olah Tuhan ‘salah’.

Hidup ini pun sebuah kesempatan. Karena bagi yang beragama samawi (Abrahamic), kehidupan itu linear. Setelah mati, ada pengadilan hari akhir dan kita mendapatkan ganjaran atas perbuatan kita di dunia. Tidak ada kesempatan kedua agar manusia dapat hidup lagi. Bagi yang percaya pada waktu siklik alias manusia dan segala makhluk akan bereinkarnasi pun sebenarnya serupa. Kita harus memanfaatkan kesempatan pada kehidupan yang ini agar di kehidupan selanjutnya kita dapat “naik kelas” menuju kualitas hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s