Skenario Kiamat (6) – versi Islam

Dalam Islam, kebanyakan keterangan mengenai kiamat berasal dari Hadits Nabi Muhammad S.A.W. Dalam Al-Qur’an memang ada firman ALLAH S.W.T. tentangnya, bahkan ada surat khusus tentang itu yaitu Al-Qari’ah (101) yang secara harfiah berarti “guncangan maha hebat”. Hanya saja, tahapan skenario kiamat lebih banyak berdasarkan hadits yang terpencar-pencar karena memang diutarakan tidak dalam waktu bersamaan.

Banyak buku di pasaran membahas soal ini, apalagi di negara kita yang mayoritas penduduknya Islam. Hanya saja, banyak yang mengutamakan aspek peperangan akhir atau Armageddon-nya.  Ada juga yang membahas mengenai fenomena akan turunnya Imam Mahdi dan kemunculan Dajjal, dimana keduanya juga akan terlibat dalam Armageddon.

Secara umum, gambaran fase skenario kiamat dapat dilihat dalam bagan berikut:

Perlu diingat, bahwa tahapan-tahapan itu belumlah terjadi, walau para penafsir ada yang mengatakan tanda-tandanya sudah ada yang terjadi. Mengenai tanda-tandanya, kaum Muslim antara lain mendasarkan pada hadits riwayat Muslim berikut:

Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghiffari r.a katanya: “Rasulullah S.A.W melihat kami ketika kami sedang berbincang-bincang seraya bertanya: “Apa yang kalian perbincangkan?” Jawab para sahabat, “kami berbincang-bincang mengenai hari kiamat.” Sabda Beliau, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum terlihat sepuluh macam tanda: (1) Ad Dukhan (asap atau kabut), (2) Dajjal (si penipu besar), (3) Dabbah (binatang melata), (5) ‘Isa anak Maryam a.s turun, (6) Ya’juj dan ma’juj, (7) gerhana di timur, (8) gerhana di barat, (9) gerhana di Jazirah ‘Arab, (10) api menyala di Yaman menghalau ummat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul)”.

Membaca hadits tersebut, tanda yang diutarakan Rasulullah S.A.W. berupa isyarat atau bahasa bersayap. Maka, penafsiran tentang tanda-tanda itu pun beragam. Namun, lebih banyak yang memahami tanda itu sebagai sebuah ungkapan harfiah. Misalnya saja Dajjal, ada yang menganggap makhluk itu memang akan muncul di akhir zaman. Namun ada yang menganggap itu merupakan simbol kejahatan besar di dunia yang bisa dilakukan oleh orang atau institusi termasuk negara.

Dalam kajian tentang hari kiamat menurut Islam, menurut hemat saya sebaiknya berpedoman pada Al-Qur’an dimana ALLAH SWT berfirman dalam surat Al-A’raf (7) ayat 187:

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui“.

Maka, daripada membuat penafsiran mengada-ada, lebih baik mempersiapkan diri menghadapinya. Saya sendiri tidak ingin berpanjang kata soal kiamat menurut Islam, karena banyak referensi tersedia untuk ini. Hanya saja, hati-hati memilihnya karena banyak yang malah jadi terjerumus pada dongeng otak-atik gathuk belaka.

Sumber bagan: kampungfm.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s