Ujian Nasional

Padah hari Senin (22/3)  ini, hingga hari Jum’at (26/3) mendatang, siswa-siswi setara SLTA (SMA dan SMK) mengikuti Ujian Nasional secara serentak. Ujian yang merupakan tahap terakhir dari proses belajar-mengajar tingkat menengah tersebut sudah beberapa tahun bermasalah. Semenjak sistem EBTA/EBTANAS digantikan oleh Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2002, sistem ujian ini kerap mengundang masalah. Di tahun 2005, namanya kembali diganti menjadi Ujian Nasional (UN) sampai sekarang. Namun, berbagai problema terutama rendahnya angka kelulusan dan sistem penilaian masih menghantui.

UN memang seolah hanya menjadi urusan Departemen Pendidikan Nasional beserta jajarannya saja. Masyarakat yang terlibat hanya para pelajar dan orangtuanya. Padahal, sebenarnya dari UN ini tercermin carut-marutnya sistem di negara kita. Bukan hanya sistem pendidikan saja, tapi nyaris merambah segala hal.

Segala hal sepertinya cuma dijadikan proyek belaka. Maka tak heran, semenjak Orde Baru sudah terdengar sindiran “ganti menteri ganti buku, malah ganti kebijakan.” Hal itu karena di masa Orde Lama bahkan di masa penjajahan kolonial Belanda,  yang namanya buku pelajaran itu bisa diturunkan atau diwariskan dari kakak kepada adiknya. Tapi coba lihat sekarang, setiap ganti semester pasti ganti pula bukunya.

Menyedihkannya, pendidikan seolah benar-benar jadi komoditi belaka  terutama di kota-kota besar.  Sulitnya mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi dari yang disediakan pemerintah, membuat swasta berkesempatan menyajikan pendidikan sendiri. Tentu ini baik. Hanya saja kemudian terjadilah peningkatan biaya pendidikan, yang bisa jadi akan berujung pada komersialisasi pendidikan. Padahal, pembukaan UUD 1945 kita dengan gagah telah menyebutkan salah satu tujuan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia adalah “turut mencerdaskan kehidupan bangsa”. Itu baru akan terwujud bila ktia semua memperlakukan pendidikan sebagai sarana memajukan bangsa dan tidak semata sebagai ‘proyek’ insidental.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s