Domain Sex.Com Batal Dilelang

Kasus nama domain ‘mirip’ antara Sony A. Kurniawan dengan Sony Corporation selesai damai dengan pencabutan somasi plus pencantuman statement tidak ada hubungan antara keduanya di blog-website Sony A.K. Sementara datang kabar dari luar negeri, domain Sex.Com direncanakan akan dilelang oleh pemiliknya, sebuah perusahaan bernama Escom LLC. Akan tetapi, rencana pelelangan yaitu hari Kamis (18/3) lalu waktu New York batal.

Penyebab batalnya pelelangan situs “hot” tersebut karena perusahaan pemiliknya digugat pailit secara hukum oleh tiga perusahaan krediturnya,  Washington Technology Associates, iEntertainment Inc, dan AccountingMatters.com. Ketiganya mengklaim memiliki piutang 10,1 juta dollar AS -sekitar Rp 92 milyar- yang belum dibayarkan.

Nama domain tersebut pertama kali didaftarkan oleh Gary Kremen pada 1994. Kemudian dibeli oleh Escom LLC pada tahun 2006 dengan harga sekitar 12-14 juta dollar A.S atau sekitar Rp 127 milyar. Nah, dana untuk pembelian itulah yang ditalangi para kreditur tadi melalui konsorsium bernama DOM Partner LLC. Rencana lelang dilakukan setelah Escom LLC mengalami gagal bayar selama setahun sehingga DOM Partner mengajukan sita aset. Rencana lelang domain tersebut pun diajukan melalui balai lelang Maltz & Co. Inc. di New York dengan harga pembukaan 1 juta dollar A.S.

Kata ini merupakan salah satu yang paling banyak dicari di dunia maya, terutama oleh pengguna pemula. Saat ini, apabila kata kunci (keyword) “sex” diketikkan di google.com, akan terdapat hasil sebanyak 579.000.000 tautan (link). Dan berbagai situs dengan varian nama “sex” atau memuat tentang “sex” sangat banyak dibuat. Dan di negara-negara liberal dimana pornografi dan prostitusi tidak melanggar hukum, industri pornografi menghasilkan angka yang menggiurkan. Contohnya situs sex.com ini saja, sempat meraup pendapatan sekitar US$ 15 ribu (sekitar Rp 136 juta) per hari! Padahal situs beroperasi 24 jam. Jadi, kalau sebulan 30 hari berarti US$ 450 ribu! Namun, saat ini domain tersebut agak sulit diklik karena terjadinya tuntutan hukum tersebut.

Dalam konteks bisnis, mengamankan nama domain yang dianggap penting tentu krusial. Hal ini karena aturan pendaftaran domain adalah “first come first serve”. Kecuali untuk domain co.xx (xx adalah domain identitas nama negara), domain lain bebas untuk dimiliki siapa saja. Tak heran seringkali banyak spekulan bermain di sini, terutama untuk domain-domain yang diperkirakan akan jadi incaran pihak yang memiliki uang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s