Menambah Kompetensi Diri (2)

Rabu pekan lalu, kita telah menyinggung soal alm. Ismail Saleh, SH. Beliau punya dua kompetensi utama: hukum dan bonsai! Dua hal yang sama sekali tidak berhubungan, tapi beliau menjadikannya sebagai keahlian atau kompetensi. Karenanya, beliau sering menjadi rujukan baik sesama ahli atau penggemar maupun media massa. Tentu saja, kedua kompetensi itu sama-sama bisa menghasilkan uang karena khalayak -bisa juga dibaca pasar- mau menghargai kompetensi yang tinggi.

Bagi yang tidak bekerja atau memiliki mata pencaharian di sektor informal atau malah usahawan/investor, menambah kompetensi diri tetap penting. Saya ambil contoh saya sendiri, sebagai usahawan kelas butiran pasir, saya kepentok sana-sini saat berusaha. Mulai dari soal pegawai seperti yang pernah saya share beberapa hari lalu, sampai persoalan bad debt klien. Kalau saya tidak menambah kompetensi diri, tentu persoalan-persoalan itu tidak akan teratasi.

Sebagai orangtua pun, kita harus terus menambah kompetensi diri. Karena tidak ada sekolah formal khusus untuk menjadi orangtua, tentu hiduplah yang harus jadi sekolahnya. Cara menambah kompetensi diri tentu bisa dengan bergaul banyak dengan orangtua lain, ikut komunitas orangtua atau juga training dengan menghadiri “parenting class”. Kalau kita open mind dan mau belajar, sepulang dari “parenting class” pasti ada kompetensi yang bertambah. Misalnya jadi tahu teknik menegur anak yang baik.

Sebagai istri yang tidak bekerja, kompetensi diri dalam mengurus rumah tangga dan anak pun tetap bisa ditingkatkan. Tapi itu adalah core keahlian Anda. Jangan berhenti di situ, tapi tambah lagi. Misalnya Anda menambah kompetensi menulis dengan biasa posting di blog komunitas. Atau kompetensi seperti alm. Ismail Saleh, SH tadi, dengan menjadi ahli bonsai, anggrek, arwana atau lainnya.

Pendeknya, bila Anda tidak bekerja formal, tambah kompetensi di bidang utama yang menjadi mata pencaharian Anda. Setelah itu, cari dan kembangkan hobi Anda agar menjadi kompeten dan rujukan orang lain. Percayalah, ini akan sangat berguna bagi Anda. Saya telah banyak melihat mereka yang memiliki banyak kompetensi hidupnya akan sangat terasa bermanfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungannya. Terutama bila sudah pensiun dari pekerjaan formal, memiliki kompetensi lain akan sangat terasa manfaatnya. Selain menghindarkan “post power syndrome”, juga menjadikan kesehatan mental dan fisik terjaga.

So, terus tambah kompetensi diri Anda. Belajar dari mana saja, kapan saja, di mana saja, dan dari siapa saja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s