JK, SBY, Boediono & Prita

Pasca JK lengser, seperti ada yang hilang. Selain beliau sendiri memang memilih ‘menghilang’ untuk berlibur sehingga wartawan sulit mencarinya, namun suasana kenegaraan menjadi ‘tidak biasa’. Tidak ada lagi “pasukan gerak cepat” dengan slogan “lebih cepat, lebih baik”-nya. Semua seakan membeli waktu saja. Beberapa hal penting yang mendesak harus segera diselesaikan malah diperlambat.

Peran Wapres yang dipegang Boediono kembali ke zaman Orde Baru-nya Soeharto. Nyaris seperti pelengkap saja dari fungsi presiden, sehingga “nyaris tak terdengar”. Padahal, kepresidenan adalah lembaga, bukan perseorangan.

Salah satu efek melambatnya laju respon tersebut tercermin dalam kasus Prita. Dimana kita tahu ia kembali divonis bersalah oleh Pengadilan Tinggi Banten dalam perkara pencemaran nama baik RS Omni International Tangerang dan dua dokternya. Semasa JK menjabat Wapres, apalagi menjelang Pilpres, kasus ini mendapat perhatian para pejabat. Namun, kini seolah tenggelam dalam perseteruan “Cicak vs Buaya” dan kisruh Bank Century.

Walau minim perhatian pemerintah, namun masyarakat rupanya tetap memantaunya. Salah satunya justru nampak dari ramainya kunjungan ke blog ini. Justru setelah ada yang menaruh referensi link tulisan tentang Prita di kaskus.us, banyak traffic berdatangan. Hampir 300 hits per-hari sejak hari Senin lalu. Komentar-komentar pun disampaikan, hanya saja saya pasti tidak meloloskan yang berkata kasar atau menggunakan bahasa tidak sopan dalam menulis. Ini blog pribadi, bukan website portal berita, sehingga saya pun harus menjaganya karena semua isinya adalah tanggung jawab saya seorang.

Soal Prita, sama seperti persoalan Bank Century, yang  terjadi adalah adanya keterlibatan kekuatan yang dekat dengan kekuasaan. Bedanya, kalau dalam soal Prita kekuatan itu adalah swasta, sementara di Bank Century adalah individu-individu berjabatan tinggi dalam kekuasaan. Andaikata Prita menang, yang kalah hanya R.S. Omni International Tangerang dan dua dokternya. Sementara kalau kasus Bank Century dibongkar, banyak sekali pejabat yang akan terkena. Bahkan, kasus ini sudah merambat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Presiden Boediono.

Andaikata SBY berniat memberantas korupsi, tentu ia akan membiarkan pihak mana pun mengungkapkan kebenaran. Karena bagi nalar publik, seperti pernah juga diutarakan JK, aneh bank kecil seperti Bank Century diberikan dana talangan begitu besar oleh pemerintah. Padahal, andaikata Bank Century tutup pun, tidak akan berpengaruh bagi perekonomian nasional. Saya tentu saja tahu dan sudah mencermati argumen pemerintah seperti diutarakan oleh Sri Mulyani, tapi tetap saja tidak masuk akal bagi publik awam seperti saya. Lagipula, kasus Bank Century bermula justru karena dana yang ada digelapkan oleh pemiliknya sendiri, Robert Tantular. Kerugian yang dialami Bank Century hingga terancam bangkrut bukan karena masalah pasar atau guncangan sistem perekonomian, tapi karena tindak pidana. Maka, agak aneh pemerintah musti ‘cancut tali wondo’ untuk menalangi dana bank ini yang dibawa lari si empunya sendiri.

Ini berandai-andai. Andaikata Boediono terpaksa lengser lebih cepat karena kasus Bank Century ini, akankah SBY mengajak JK kembali? Mungkin tidak, karena aturannya sulit. Mungkin akan dibiarkan tanpa Wapres seperti di masa pemerintahan Habibie. Padahal, stabilitas ekonomi dan kinerja pemerintah yang cepat dalam 5 tahun pertama masa pemerintahan SBY tidak bisa lepas dari JK. Seperti guyonan yang dilontarkan saat Pemilu, slogan SBY “Lanjutkan!” hanya akan jadi “Lanutan” tanpa JK. Artinya, kinerja pemerintah sebenarnya sulit dilanjutkan karena tidak ada lagi pejabat tinggi yang secepat JK, bahkan berani menerabas aturan birokrasi yang birokratis sekali pun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s