Chalk Zone & Doraemon

ChalkZone

Saya beberapa kali sempat menyaksikan Chalk Zone. Ini adalah film kartun anak-anak yang diproduksi Frederator Studios untuk stasiun televisi Nickelodeon. Jangan salah sangka saya sedang menyombongkan diri berlangganan tv kabel lho, karena serial ini juga ada di Global TV. Jadi tidak perlu repot bayar segala, meski ‘cuma’ ratusan ribu.

Dalam serial kartun yang gambarnya ada dalam ilustrasi tulisan ini tokoh utamanya bernama Rudy Tabootie. Ceritanya, dia ini punya kapur ajaib yang dengan menggoreskannya menjadi bentuk apa saja, ia bisa pindah ke dunia kapur ajaib itu. Tentu saja di dunia di balik dunia manusia itu ia bisa mewujudkan benda apa saja dengan kapur itu. Cerita petualangannya unik, meski tentu saja ada dikotomi kebenaran hitam-putih karena memang untuk anak-anak.

Namun di hari Minggu ini saya tidak hendak membahas ceritanya, melainkan justru soal terkabulnya segala keinginan Rudy cuma dengan menggoreskan kapurnya. Segala benda yang digambarnya akan terwujud, termasuk membuat pintu keluar-masuk antara dunia nyata dengan dunia kapur ajaib.

Ini justru mengingatkan saya pada kantong ajaib yang dimiliki tokoh kartun lainnya: Doraemon. Anda mungkin banyak yang pernah menyaksikan film kartun ini di RCTI tiap hari Minggu pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Film ini bahkan sempat pula dicap mengajarkan “kemusyrikan” oleh segelintir ulama muslim yang berpandangan sempit. Karena seolah mengajarkan meminta pada selain Tuhan.

Tapi bagi saya malah tidak begitu. Justru apa yang menjadi moral film ini adalah adanya idealisasi superlatif-hiperbolik hingga menjadi ironi. Karena itulah sebenarnya baik Rudy Tabootie dari Chalkzone maupun Doraemon justru mengajarkan  bahwa sejatinya di dunia nyata tidak ada “free lunch”. Tidak ada yang gratis. Semua hal harus didapatkan dengan usaha. Tidak bisa ada keinginan terkabul cuma dengan menggoreskan kapur atau merogoh ke dalam kantong. Bahkan Doraemon tak jarang menolak permintaan Nobita sahabat yang nota bene adalah majikannya itu apabila terlalu mustahil atau malas dan bukan untuk menolong orang lain atau ada kepentingan khusus.

Dari renungan sederhana itu seyogyanya memotivasi kita semua untuk kembali meraih keinginan kita dengan bekerja keras dan cerdas. Apalagi besok adalah hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Lebaran. Semangat lagi dong pastinya! Karena tak ada dunia kapur ajaib Chalk Zone dan kantong ajaib Doraemon-lah maka tentunya kita harus kembali berjuang. Salah satunya adalah agar anak-anak kita agar bisa aman menyaksikan tontonan bermutu yang memang khusus dibuat bagi anak-anak dan bukannya dijejali sinetron murahan untuk orang dewasa yang tak mendidik. Ya tho?

P.S.: Selamat ulang tahun Andjani, Daddy love you forever.

{In memoriam of “my beloved daughter” whose rest in peace several years ago.}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s