Miyabi si Bintang Porno Jepang Akan Main Film Indonesia

miyabiBaru saja hari raya Idul Fitri berlalu, muncul berita bintang film porno Jepang akan datang ke Indonesia. Ia bukan datang sebagai “duta budaya” negeri matahari terbit itu, melainkan dalam kerangka kerja profesional. Ia dikabarkan akan bermain film berjudul “Menculik Miyabi” yang rencananya dibesut oleh Raditya Dika.

Pertama kali membaca beritanya di berita utama kuping (ear headlines) harian berbahasa Inggris The Jakarta Post hari Sabtu, 19 September 2009, saya cukup terkejut. Ini sebuah ‘kemajuan’ bagi sebuah bangsa aneh seperti kita. Kenapa saya sebut aneh? Karena negara kita mengaku ber-“Ketuhanan Yang Maha Esa”, akan tetapi ternyata industri yang terkait perdagangan perempuan hidup dengan subur. Tidak percaya? Yah, gampangnya jalan-jalan saja ke kawasan Kota terutama Glodok. Anda bisa lihat maraknya penjualan DVD dan VCD bajakan yang sebagiannya porno. Nah, dari situ, bisa sekalian “study tour” deh tentang Miyabi.

Miyabi ini saudara, merupakan salah satu bintang film porno atau sebutannya Adult Video/Japanese Video  (AV/JV) Star. Di negeri tersebut, pornografi memang tidak dilarang secara resmi oleh pemerintah. Dan raut wajah Miyabi yang innocent serta bermata besar memang imut sehingga disukai banyak orang. Termasuk saya. Lho?

Betul, beberapa waktu lalu saat baru mulai main FaceBook (FB), saya melihat ada foto gadis cantik yang memiliki fan page. Karena kategorinya actress, saya pun mendaftar jadi fans-nya. Namanya Maria Ozawa. Eh, begitu saya daftar dan terlihat di profile saya, ada beberapa teman yang mengomentari. Rata-rata, mereka tertawa dan mengomentari saya yang dianggap ‘iseng’ menjadi fans-nya. Saya sama sekali tidak tahu siapa dia, Cuma senang saja melihat wajahnya yang bagi saya cantik itu.

Ternyata, Maria Ozawa itu ya Miyabi. Si bintang porno asal Jepang. Pantas saja ada seorang teman yang berkomentar, “Kalau gue sih gak berani, takut dimarahi istri.” Haha.

Saya lantas teringat malah pernah mengirim message pada seseorang di account Friendster dahulu, memperingatkan bahwa fotonya dipakai untuk obat kuat pria. Ternyata, itu pun fotonya Miyabi yang berpose bak anak kuliahan. Jadi, itu fake account dari orang lain yang justru mencomot fotonya Miyabi. Duh, gobloknya saya!

Tapi kegoblokan itu tidak membuat saya minder, malah tertawa. Ketidakkenalan saya pada Miyabi justru membuktikan saya jarang –bukan tidak pernah- menyaksikan film-film murahan itu. Saya memang pernah menyaksikan film semacam, tapi dulu di zaman eksplorasi jati diri. Itu pun saya tidak ingat lagi siapa bintangnya, Miyabi atau malah Mak Erot. Haha. (Well, I’m not Saint however … )

Terlepas dari berita kedatangan Miyabi yang menimbulkan riak pro-kontra, saya menyoroti bahwasanya industri yang terkait perdagangan perempuan amat besar. Tidak sekedar pembuatan dan penjualan video porno, tapi juga prostitusi, premanisme, penculikan, perdagangan manusia (trafficking) dan pendukungnya seperti penyelundupan, pembuatan dokumen aspal (asli tapi palsu), imigrasi, hingga transportasi perkapalannya.

Karena memang manusia diciptakan memiliki hasrat seksual, maka niscaya industri ini akan senantiasa ada. Yang perlu dilakukan adalah kita musti mengontrolnya dengan ketat, apalagi sebagai negara ber-“Ketuhanan Yang Maha Esa.” Warga negara musti diarahkan untuk tidak ‘jajan’, melainkan menikah sebagai jalan sah menyalurkan hasrat itu. Dan tentu saja, di negara mana pun, bahkan yang melegalkan pornografi seperti Jepang dan Belanda sekalipun, industri ini dipandang sebagai industri ‘kotor’. Karena kotornya itulah, maka seyogyanya ia dibersihkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s