Lingkaran Pertemanan

Beberapa waktu lalu, seorang teman mengatakan saya transaksional dalam berteman. Apa artinya? Ia mengatakan saya hitung-hitungan dalam berteman. Oh ya? Saya lalu menjelaskan bahwa ada lingkaran-lingkaran dalam hubungan pertemanan saya. Sama seperti penguasa seperti presiden atau raja yang memiliki circle of power, ring 1 hanya dihuni orang-orang paling dipercaya olehnya. Saya pun begitu. Tidak mungkin bukan kita memaksa dapat memiliki nomor Handphone Presiden cuma karena kita merasa kenal dengannya? Sedangkan Obama saja yang doyan gadget harus merelakan BlackBerry-nya ‘disita’ Secret Service demi alasan keamanan, justru saat ia sudah dipastikan terpilih sebagai Presiden A.S.

Tentu saja, dalam berteman, dia merasakan saya sebagai transaksional karena masih berada di ring 5 atau 6 dari lingkaran pertemanan saya. Saya bukanlah orang hebat atau orang terkenal, tapi saya tentu punya kehidupan sendiri. Demikian pula lebih dari 5 milyar orang di planet ini. Masing-masing berhak atas hidupnya, terutama privasinya. Dan atas itu ia berhak pula melakukan upaya perlindungan atasnya. Apabila satu orang dengan orang lain merasa cocok satu sama lain, maka perlahan lingkaran pertemanan itu akan mengecil. Ingatkah Anda, bahwa seseorang yang menjadi pasangan hidup Anda sekarang dulunya tidak Anda kenal? Dan kalau yang sudah pernah punya mantan pacar, ingatkah bahwa kedekatan yang ada kemudian berubah menjadi keterasingan? Dari tidak kenal kembali ke tidak kenal. Sementara yang meneruskan jadi suami-istri, tentu seharusnya makin mengenal.

Bagi saya, ring 1 antara lain dihuni oleh kekasih saya. Banyak saksi para sahabat saya yang merasakan betapa tidak “transaksional”nya saya. Sekedar gambaran, untuk seorang kekasih yang pernah menjalin hubungan dengan saya selama tujuh tahun, setelah saya hitung pasca tidak lagi berhubungan dengannya, ternyata saya telah menghabiskan uang tak kurang dari Rp 300 juta! Tentu itu bukan apa-apa karena banyak lagi yang lebih gila-gilaan daripada saya. Semua itu karena saya menganggap untuk mereka yang berada di ring 1 lingkaran pertemanan saya adalah setara dengan ‘hidup dan mati’ saya sendiri.

Akan tetapi, sayangnya ada yang tidak meletakkan pasangan hidupnya di ring 1. Ada yang malah di ring 2 atau 3 saja. Sementara di ring 1 malah bisa jadi ajudannya, supirnya, atau malah sekertarisnya. (hayo, ada yang bilang “caddy”?) Yah, betul. Itulah yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan, karena antara pasangan hidup tidak saling percaya sepenuhnya. Teman saya yang mengatakan saya “transaksional” itu pun sebenarnya ‘tampak luar’ begitu. Ia mudah sekali akrab dengan wanita lain, sehingga tadinya saya kira ia bujangan. Padahal, ternyata ia sudah beristri, yang baru ketahuan saat sang istri yang tak pernah diperkenalkan itu menelepon dan ia tergopoh-gopoh pamit. Belakangan saya malah baru tahu ia sudah punya anak satu!

Pengalaman hidup seseorang, latar belakang keluarga, lingkungan sosial, pendidikan dan kejadian traumatis membentuk kepribadian seseorang. Maka, dalam pandangan Freudian, semua itu penting. Meski bagi kaum humanis, yang penting adalah bagaimana manusia dapat memaksimalkan kemanusiaannya dan berkembang. Sementara bagi pengikut paham behaviouris, bagaimana lingkungan dan tindakan saat inilah yang penting. Maaf, itu semua adalah istilah psikologi. Saya hanya hendak menekankan, tidak ada yang salah dengan kepribadian seseorang. Akan tetapi, memang ada standar norma yang diterima secara konvensi dalam masyarakat tertentu. Bagi keluarga saya yang Jawa, saya ini berpikiran sangat barat. Tapi bagi yang pernah kuliah di luar negeri, bisa jadi saya masih terlalu konservatif. Jadi, yang ada adalah bagaimana kita mengenali diri dan kemudian mencari lingkungan pergaulan yang paling cocok dengan kepribadian kita.

(ditulis oleh Bhayu M.H., diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s