Pekerjaan, Karir atau Uang?

Tiga pilihan yang terasa sulit bagi kita semua. Kalau yang mentalnya UUD alias Ujung-Ujungnya Duit pasti pilih yang terakhir. Sayangnya, dalam mencari nafkah pilihan terakhir bisa berujung buruk, masuk penjara misalnya. Kalau mungkin sih, ketiganya berjalan beriringan.

Dilema ini sering dihadapi para pelamar atau pencari pekerjaan. Mereka yang masih baru lulus atau dalam situasi tidak punya pekerjaan biasanya akan menerima pekerjaan apa saja. Maksudnya andai situasinya tidak sesuai dengan harapannya pun, ia akan mengambil dulu pekerjaan itu. Alasannya, semata demi menyambung hidup.

Akan tetapi, apabila kita amati, sesungguhnya mencari uang tidak perlu dengan bekerja. Maksudnya, tidak perlu dengan menjadi karyawan orang lain. Kita bisa menjadi pedagang misalnya. Ini merupakan salah satu bentuk kewirausahaan. Namun, banyak orang tidak mau berpikir kreatif sehingga seolah solusi mendapatkan nafkah hanya dengan bekerja.

Dalam bekerja pun, pekerja kerap kali hanya mematok pola pikir menjalankan pekerjaan itu sekedar ‘daripada di rumah’ saja. Artinya, ia tidak mencoba melakukan yang lebih daripada tuntutan pekerjaan. Padahl, kalau kita mau punya karir, maka harus memberikan nilai tambah pada pekerjaan kita. Tung Desem Waringin mencontohkan dari karirnya sendiri yang pernah naik gaji tiga kali dalam sebulan. Itu karena ia memaksa dirinya bekerja di atas tuntutan uraian pekerjaan (job description)  standar.

Karir di sini merupakan pekerjaan yang selalu dalam grafik menanjak. Kalau seseorang sejak masuk kerja sampai pensiun selalu dalam posisi sama, berarti ia tidak punya karir. Karir yang bagus akan menghasilkan gabungan berbagai manfaat bagi pekerja. Ia tidak hanya mendapat gaji pokok, tapi juga tunjangan, fasilitas, kesehatan, pelatihan, pendidikan, dan aneka manfaat lain.

Hanya saja, di Indonesia selain ada ribuan pegawai yang berdedikasi terhadap pekerjaan sehingga memliki karir bagus, masih ada puluhan juta lainnya yang bekerja sekadarnya. Lucunya, mereka mengeluh saat uang yang didapatnya tidak sebanyak rekannya yang memiliki karir. Jadi, tiga pilihan di atas harusnya dipilih yang kedua, karena ia akan otomatis menghasilkan yang ketiga. Sementara yang pertama, jelas cuma akan menghasilkan uang ala kadarnya. Sementara bila langsung bertujuan uang tanpa tahu caranya bisa terjebak pada kebodohan seperti tertipu money game yang marak di internet. Intinya, tidak akan ada uang masuk tanpa kita memberikan manfaat yang bernilai jual pada orang lain. Bahkan pendapatan pasif pun bisa berputar kalau manfaat yang diberikan pada orang lain juga lancar perputarannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s