Optimisme

Kata ini mudah dituliskan dan dibaca, namun sulit dilaksanakan. Di masa sulit seperti sekarang, sebagian besar rakyat terancam pesimisme yang besar.  Namun mungkin hal ini tidak terasa bagi kaum urban dan sub-urban yang tinggal di perkotaan. Meski harga barang-barang naik dan sulit diperoleh, namun dengan penghasilan yang dimiliki dapat tetap mengkonsumsinya atau mencari substitusi.

Memang, tetap berpikir rasional di tengah kesulitan mungkin terasa sulit dan berat. Pembaca blog ini mungkin tidak mengalami kesulitan yang dialami sebagian terbesar rakyat kita. Namun saya melihat dengan mata kepala sendiri, betapa segala macam motivasi dari para motivator tampaknya tidak akan mempan kepada rakyat jelata yang butuh makan. Mereka butuh langkah konkret, bukan sekedar ucapan belaka.

Optimisme memang dimulai dari hati, yang kemudian diwujudkan dalam tindakan. Tidak bisa hanya sekedar tekad tanpa upaya.

Maka, menjadi optimis bukan berarti tidak bisa menjadi sedih atau kecewa. Kondisi naik-turunnya suasana emosi kejiwaan merupakan hal wajar. Memupuk optimisme berarti memupuk semangat hidup. Berani hidup jauh lebih hebat daripada berani mati. Karena dalam hidup terdapat nilai-nilai mewujudkan amanat dari Sang Maha Hidup.

Makanya, bagi siapa saja yang saat ini tengah menghadapi kesulitan, percayalah, semua akan berakhir. Namun, ini semua tergantung dari ikhtiar kita. Dengan optimisme kita menghadapi hidup. Dengan optimisme kita menaklukkan hidup. Dengan optimisme kita melangkah setiap harinya. Semoga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s