Semua Berubah

Panta Rei Ka Udon Menei

Demikian ucap Herakleitos, filsuf Yunani dari masa abad ke-4 S.M. Ungkapan itu berarti “Semua Berubah, Semua Mengalir seperti air di sungai”. Ungkapan ini dipakai secara salah kaprah oleh satu parpol dengan menaruh slogan “Panta Rei” dan meneriakkannya lantang-lantang, mengira artinya adalah “Pantang Mundur”. Padahal, maksud Herakleitos saat mengutarakannya adalah mengingatkan bahwa tak ada yang tinggal tetap, semua hal di alam ini senantiasa berubah. Penelitian fisika kuantum membenarkan hal ini. Bahkan partikel atom benda padat saja senantiasa berubah seiring dengan upayanya mencapai kestabilan terus-menerus. Apabila benda padat saja berubah, apalagi hal-hal di luar itu. Termasuk pula kondisi, perasaan atau hal-hal bersifat non-fisik lainnya.

Demikian pula kita sebagai manusia, di akhir tahun ini pasti mengalami begitu banyak hal yang berubah. Perubahan itu sebagian wajar atau alamiah, namun sebagian lagi memang harus atau terpaksa terjadi. Yang jelas, kita sebagai manusia harus senantiasa siap menghadapi perubahan. Karena perubahan bisa datang kapan saja.

Nasib termasuk di dalamnya. Meski cerita ala sinetron amat jarang terjadi, tapi bisa saja nasib baik menghampiri Anda sehingga dari upik abu jadi cinderella. Yang sering terjadi malah sebaliknya. Sebagai contoh -amit-amit naudzubillah min dzalik- adalah bila rumah seseorang tiba-tiba ikut terbakar karena kecerobohan tetangga. Karena panik bisa jadi kerugian malah semakin besar.

Nah, kunci menghadapi perubahan adalah tidak panik. Tetap tenang. Sulit memang mempraktekkannya, perlu jiwa yang matang. Misalnya Anda sedang menyetir mobil dan melihat di depan ada kecelakaan atau razia yang bisa membuat perjalanan Anda terhambat. Bila tetap tenang, Anda bisa memilih mau terus atau mencari jalan lain. Kalau panik, bisa-bisa malah mengakibatkan kecelakaan lain atau malah dikejar polisi. Ketenangan dan kendali diri adalah kemampuan yang harus dimiliki dengan hasil akhir tidak panik menghadapi perubahan.

Membaca semua buku motivasi dan mendengarkan ulasan motivator, semua akan bilang hal seragam: “Masa Lalu Tak Dapat Diubah, Masa Depan Belum Terjadi, Jadi Nikmati Saja Saat Ini Sebagai Hadiah.” Karena itu dalam bahasa Inggris “Masa Kini” adalah “Present”. Hanya saja sebagai manusia, menghadapi perubahan seperti yang akan kita hadapi bersama di tahun baru, haruslah dengan mempelajari masa lalu sembari mempersiapkan masa depan. Karena kalau cuma menikmati hari ini, yang ada kita malah terlena pada kehidupan.

Siap dong?

Siap! Siap!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s