Kemuskilan The Secret & Law of Attraction (II)

the-secret-ina

Membaca novel dan menyaksikan film Laskar Pelangi, akan makin tampak kemuskilan law of attraction dan klaim kebenaran buku The Secret. Meski novel, namun kisah Laskar Pelangi terinspirasi dari pengalaman hidup yang nyata dari penulisnya, Andrea Hirata. Jadi, setidaknya kita tahu bahwa kisah itu amat sangat mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.

Dari situ kita bisa tahu, selain pikiran dan konstruksi kebenaran di kepala kita, ada variabel yang jumlahnya tak terhingga di luar kepala kita. Semua variabel itu tidak terpengaruh sama sekali oleh seberapa kuat kita memikirkan keinginan kita.

Coba saja, tatap seorang yang cantik atau ganteng di mall, dan katakan di kepala Anda, ”Ayo, ke mari. Cium aku!”

Apa hasilnya?

Ya, betul. Tidak ada. (Kecuali khayalan di kepala kita, tentu saja).

Hasilnya bisa berbeda kalau Anda punya ilmu gendam atau hipnotis tingkat tinggi yang tumbalnya sering aneh-aneh dan cara mencarinya pun bukan di ruang seminar ber-ac, melainkan di hutan belantara penuh jin. Atau bisa juga kalau Anda adalah muridnya Deddy Corbuzier atau malah Deddy sendiri! Hehehe.

Kembali ke Laskar Pelangi, kita tahu ada seorang tokoh yang dikisahkan sebagai juara kelas dan paling pintar di antara kesepuluh anak di SD Muhammadiyah. Anak itu adalah Lintang. Ia bukan saja berpikiran positif, tapi juga bertindak positif. Di tengah-tengah keterbatasannya, ia melakukan berbagai hal luar biasa. Membaca buku dengan penerangan lilin seadanya, mengayuh sepeda puluhan kilometer dari rumah ke sekolah, belajar keras dan juga membaca buku di sekolah, ikut kemudian jadi juara lomba cerdas-cermat, dan hasilnya…. ada beasiswa yang didapatkan oleh….. Ikal!

Lhoh. Lalu ke mana si Lintang? Gagal total. Ia bahkan tidak lulus SD. Sebabnya? Mendadak bapaknya yang nelayan meninggal dunia setelah melaut saat cuaca buruk. Lintang yang anak sulung terpaksa harus meninggalkan sekolah dan bekerja menghidupi adik-adiknya yang banyak karena ibunya pun sudah tiada.

So… tidak semua variabel di dunia bisa digeser cuma dengan pikiran kita. Malah hampir semua tidak bisa diubah cuma dengan berpikir dan berharap hal-hal yang kita inginkan akan ’tertarik dengan sendirinya’ ke arah kita.

Tapi pikiran kita bisa memaknai sebuah peristiwa secara berbeda.

Lintang yang tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya meski paling pintar di sekolah bisa jadi memang harus menjalani garis kehidupan seperti itu. Karena kalau tidak, bisa jadi ada lagi jiwa-jiwa tak terselamatkan, yaitu adik-adiknya. Dan ternyata, setelah dewasa Ikal dan Lintang saling bertemu, tidak ada yang menyesali keadaan. Lintang mampu menyadari beban tanggung-jawab di pundaknya, yang dipandangnya sebagai tugas mulia.

The Secret menyusun postulatnya di atas kerangka lemah, tanpa sandaran ilmiah. Ia hanya melakukan apa yang oleh orang Jawa disebut otak-atik-gathuk. Mengkait-kaitkan sejumlah hal yang sesungguhnya tidak berhubungan, lantas dibuatkan korelasinya sehingga seolah memang begitu adanya.

Saya beri contoh.

Ada dua orang pergi ke tempat berbeda. Sebutlah si A dan si B. Si A pergi ke pasar naik delman istimewa kududuk dimuka –hush!-, si A pergi ke pasar naik delman. Sementara si B pergi ke kelurahan naik motor. Jarak tempuh kedua tempat tersebut dari titik berangkat keduanya sama. Lalu, jam berapakah keduanya sampai? (Lho, ini kok malah jadi soal cerita? Ngaco!).

Bukan gitu. (hihihi, jangan bingung dulu ya. Inilah trik yang sering dipakai motivator dan buku motivasi: menggoyahkan keyakinan pembaca dan pendengarnya lebih dulu, sebelum menyuntikkan hal baru yang ingin ditanamkannya.).

Begini seharusnya:

Si A yang pergi ke pasar ternyata berhasil mendapatkan semua belanjaan. Sementara si B yang mau membuat KTP gagal jadi hari itu karena tarifnya kemahalan. Saat keduanya bertemu lagi di titik berangkat, si A bertanya pengalaman si B. Lantas si B bercerita dan komentar si A, ”Mungkin karena lu kelihatan kaya karena naik motor, terus tarif buat lu dimahalin. Gue tadi yang cuma naik delman dapat belanjaan aja jadinya murah-murah.” Kelihatannya logis, tapi itulah otak-atik-gathuk. Padahal ya sebenarnya karena mental petugasnya saja yang bobrok minta disogok.

The Secret juga begitu.

Dengan menghubung-hubungkan kesuksesan para tokoh terkenal dalam sejarah, penulis buku tersebut lantas mencoba mencari benang merah. Benang merah itulah yang kemudian dijadikan sandaran untuk merumuskan law of attraction. Padahal, para tokoh yang disebut buku tersebut tidaklah senantiasa sukses, kalau ukuran kesuksesan adalah kinerja atau hasilnya senantiasa dihargai masyarakat. Da Vinci, kerapkali harus beradu-argumen dengan para penentang teorinya, termasuk pihak gereja yang jadi otoritas keilmuan, pemerintahan, dan keagamaan sekaligus saat itu. Dan tahukah Anda, kalau Da Vinci punya sekian puluh konsep penemuan aneh di atas kertas yang dipatenkan, tapi tak pernah dibuat menjadi kenyataan karena terlalu bodoh dan salah hitung?

Jadi, baca sih boleh-boleh saja. Saya juga selalu membeli buku yang katanya heboh. Tapi jangan lantas terprovokasi apalagi terindoktrinasi oleh isinya. Buku apa pun, sebaiknya kita tetap mengambil jarak. Karena bila kita tak mampu mengambil jarak dengan tulisan, film, atau perkataan orang lain, itu berarti kepribadian dan kejiwaan kita lemah.

13 responses to “Kemuskilan The Secret & Law of Attraction (II)

  1. Saya setuju dengan pendapat anda,
    cuma dalam hal ini menurut saya anda kurang hati-hati,
    terlalu gampang menuliskan pendapat anda yang anda
    sendiri kurang paham dengannya.
    sebaiknya sebelum belajar menulis, anda belajar membaca dulu dengan benar.
    agar kualitas dari tulisan anda tajam dan terpercaya.
    berikut ini adalah contoh apa yang anda tulis, berdasarkan
    katanya, tidak berdasarkan atas apa yang sebenarnya.

    “Hasilnya bisa berbeda kalau Anda punya ilmu gendam atau hipnotis tingkat tinggi yang tumbalnya sering aneh-aneh dan cara mencarinya pun bukan di ruang seminar ber-ac, melainkan di hutan belantara penuh jin. Atau bisa juga kalau Anda adalah muridnya Deddy Corbuzier atau malah Deddy sendiri! Hehehe.”

    saya yakin anda bukan praktisi apalagi peneliti tentang ilmu-ilmu begituan.. tapi anda berani ngomentarinnya.

    Piss.

  2. Nice article. Saya juga baru menulis e-book terbaru berjudul The Secret Law of Attraction (link dihapus karena isi blog hard-selling) yang berbicara tentang dinamika sosial Pria-Wanita. Silakan di cek, semoga menambah pengetahuan.

  3. Terima kasih atas responnya. Masukan yang bagus. Hanya saja mohon diingat, ini adalah blog, bukan portal. Jadi isinya adalah melulu opini yang subyektif dari pemiliknya. Tidak perlu check & re-check, bahkan tidak perlu sumber apa pun. Bagaimanapun, terima kasih atas masukannya. Mungkin gaya guyon saya yang tidak bisa diterima semua kalangan. Maaf bila Anda praktisi dan ahli di bidang ini dan merasa tersinggung.

    Ngomong-ngomong, nama yg anda pakai sebagai nickname adalah sahabat ayah saya (Ki Gendeng Pamungkas). Dan saya pun insya Allah menguasai sedikit ilmu semacam itu karena memang pernah ‘ngelmu’. Dan tentunya akan lebih gentle kalau Anda mau mengkritik tapi memakai nama dan nickname sesuai nama asli, oke?

  4. Btw, thank’s utk Lex dePraxis, link Anda saya hapus karena hard-selling. Juga utk Ki Gendeng Gendeng, e-mail Anda jelas palsu karena mental, dibuktikan dengan pesan dari mailer-daemon. Rupanya orang –kalau memang orang, siapa tahu kambing? hahaha- dengan nickname Ki Gendeng Gendeng ini adalah tipe pengecut. Sudah mengkritik keras dengan bahasa yang menghina, tidak tahu masalah, tidak tepat tempat (blog mas, bukan portal apalagi forum), tidak mampu menerima joke, eh, masih tidak berani mengungkapkan identitasnya dengan memberi nama dan e-mail palsu. Kasihan deh lo… :p

  5. nice article, but…… kita punya penafsiran masing2 after reading it. bagi sy sometimes law of attraction happens to somepeole. sy pernah mengalaminya kok. hanya saja yang membedakanya yaitu jika menurut Rhonda “semestalah serta pikiranlah yang mewujudkan apa yang kita inginkan,” maka dalam penafsiran saya, “Tuhanlah yang mengabulkan apa yang kita doakan”. hukumnya sama, hanya interpretasinya yang berbeda. yang menjadi problem adalah apa isi doa kita. kao minta cium, so pasti God won’t asnwer it. motivasi dr doa atau permintaannya salah man! yang menyebabkan lintang tidak mendapatkan impiannya, perhaps because he did’t pray (ask) atau dia berdoa, namun motivasix salah. whatever it takes, it will come back to us.

    • Betul, tiap orang punya penafsiran sendiri. Dan di sini saya justru mengkritik para pendukung buku itu yang seperti “taklid buta” pada “kehebatan”nya… terima kasih sudah berkunjung

  6. anda bilang semua orang bisa membuat bualan dan mungkin saja anda membuat bualan untuk diri anda dan orang lain. bahkan anda juga menghubungkan hal yg gk ada sangkutan (da vinci) mungkin nanti anda jawab sebagai perumpamaan atau apalah. tapi anda menkritik sesuatu seperti anda dapat membuat tandingan buku yang lebih hebat saja, tapi kenyataannya anda tidak bisa
    mungkin anda kecewa karena anda tidak bisa menerapkan apa yang ada dalam buku sehingga menulis artikel ini !
    saya hanya siswa sma yang berpendapat maaf kalau ada kata-kata yang kasar

    • Anda memang kasar. Kalau Anda punya sedikit saja otak untuk berpikir dan memahami makna tulisan saya, Anda akan tahu saya benar. Dari tata bahasa Anda saja sudah terlihat betapa Anda tidak mampu mencernanya. Saya sudah mempraktekkan dan mengalami banyak hal dalam hidup Bung! Tidak seperti Anda! Dan saya tahu buku itu cuma bualan justru karena saya sudah mengalami! Kalau Anda baca dengan benar riwayat hidup saya, saya sudah mencapai banyak Bung. Kecewa karena tidak bisa menerapkan isi buku itu? Hahaha. Saya sudah melampauinya Bung. Jauh melampaui apa yang Anda bisa pikirkan dan bayangkan. Oke? Jadi, jalani saja hidup Anda dengan benar. Coba praktekkan apa yang Anda rasa benar, termasuk isi buku itu. Kalau memang bermanfaat, go ahead. Saya merasa tidak bermanfaat, jadi buat apa?

  7. anda menyuruh saya berpikir dengan sedikit otak saya? jadi anda hanya menggunakan sedikit otak anda untuk berfikir dan menulis sesuatu, sehingga saya hanya perlu sedikit otak untuk paham? memang saya tidak sejago anda dalam menata kalimat (masih kelas teri) tapi mengapa anda menjawab “Saya sudah mempraktekkan dan mengalami banyak hal dalam hidup Bung! Tidak seperti Anda! Dan saya tahu buku itu cuma bualan justru karena saya sudah mengalami! Kalau Anda baca dengan benar riwayat hidup saya, saya sudah mencapai banyak Bung. Kecewa karena tidak bisa menerapkan isi buku itu? Hahaha. Saya sudah melampauinya Bung. Jauh melampaui apa yang Anda bisa pikirkan dan bayangkan. ” bagaimana perasaan anda setelah membaca tulisan anda sendiri? tulisan itu menunjukkan kesombongan tentang pencapaian anda dan anda berusaha meyakinkan saya dengan kata-kata saya sendiri”Kecewa karena tidak bisa menerapkan isi buku ” dan anda berusaha menghilangkan ketakutan anda akan sesuatu dengan menulis “hahaha”
    maaf saya sedang mengomentari anda bukan topiknya

    • Ini khas orang Indonesia. Kalau kalah berdebat menyerang pribadi. Hahaha. Loseerrrr !!!!

      (Sengaja comment kasar dari pengecut ini tetap saya tampilkan, untuk menunjukkan bahwa saya demokratis. Kenapa pengecut? Karena identitasnya tak jelas, alamat e-mailnya cuma nickname belaka. Silahkan baca dahulu halaman Penyangkalan/Disclaimer. Tulisan soal The Secret ini cuma satu saja dari seribu lebih tulisan saya di blog ini. That’s not a big thing for me, tapi rupanya “big thing” buat si pengecut loser ini.)

  8. ya terserah anda tapi saya punya tantangan untuk anda! dalam buku tersebut ada disebutkan seorang seniman yang dalam hidupnya yang sulit mendapat jodoh lalu dia mendatangkan seseorang dan meminta penyelesaian atas pemasalahannya dan orang tersebut(yg di datangkan seniman) melihat ada lukisan yg dibuat oleh si seniman itu yaitu 3 orang perempuan yang mengacuhkan darinya(seniman itu) lalu orang tersebut menyuruh menggantinya dengan lukisan 3 orang wanita yg mendekati dirinya(seniman) agar hidupnya lebih baik dalam urusan jodoh dan cerita selanjutnya bisa anda baca sendiri. saya meminta anda untuk melakukan hal yang hampir sama yaitu membuat lukisan diri anda yang sedang cacat seperti gak punya tangan atau sebagainya atau membuat tulisan besar berisi “saya akan mengalami penderitaan yang paling buruk dalam waktu >1 bulan” atau sebagainya dan tempelkan ditempat yang sering anda lihat. jika memang anda tidak percaya buku ini pasti anda pasti berani melakukan hal ini tapi jika anda menolaknya/menyangkal anda harus membuat artikel yang membenarkan buku ini!
    maaf jangan ada dendam diantara kita karena saya sebagai umat islam gak suka menyimpan dendam dan lagi komentar anda menunjukkan anda semakin ketakutan kenapa saya bilang begitu karena anda berusaha menyudutkan saya agar anda tidak kelihatan lemah untuk para pembaca

    • Well, ini komentar terakhir saya. E-mail Anda palsu. Jadi tidak perlu lagi saya tanggapi orang yang tidak berani mengungkapkan dirinya. Hati-hati Bung, meski di internet terlihat mudah karena tinggal mengetik, di balik layarnya adalah manusia. Anda bisa saja memaki Presiden di internet, tapi di dunia nyata, sudah pasti tidak bisa. Bertanggung-jawablah pada komentar Anda. Kalau Anda pernah bertemu saya di dunia nyata, pasti tambah tidak berani lagi untuk bicara. Tidak perlu lagi dilanjutkan karena percuma saja bicara dengan pengecut seperti Anda. OK?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s