Buku-Buku Menipu & Toko Buku

Baru-baru ini saya membeli sejumlah buku dengan judul amat menarik. Ternyata, setelah membaca isinya, saya merasa tertipu. Anda tahu, membaca isinya sulit dilakukan di toko bukunya karena disegel plastik sedemikian rupa.

Sampul buku itu digarap dengan desain apik. Juga ada sedikit ringkasan di bagian sampul belakang. Namun ternyata pas dibuka, bahasanya acak-acakan, isinya pun tidak ada artinya. Cuma sekumpulan daftar ide yang diperpanjang saja. Padahal judul bukunya menarik: Mengapa si Idiot itu Kaya, dan Saya Tidak? Isi buku itu dijanjikan merupakan suatu kumpulan ide untuk membuat kita kaya. Artinya bersifat motivasional, ternyata cuma omong kosong belaka. Pengarangnya cuma orang tidak terkenal lulusan SMA di satu daerah di Jawa Timur. Penerbitnya pun tidak terkenal.

Saya terjebak secara ironis pada ungkapan ”don’t judge the book from the cover”. Saya tidak mau menilai buku cuma dari pengarang dan penerbit yang tidak terkenal, karena siapa tahu isinya bagus. Apalagi cover buku itu memang bagus. Tapi nyatanya memang terkadang perlu menilai buku dari sampulnya.

Kalau Anda mencoba iseng melihat-lihat di toko buku, sebenarnya display di tiap toko buku berbeda. Karena itu saya kerap berkeliling aneka toko karena bisa jadi buku yang saya cari tidak ada di satu toko, tapi ada di tempat lain. Untuk jaringan toko buku Gramedia misalnya, tempat terakhir penjualan buku yang sudah ditarik dari toko buku Gramedia lain ada di Gramedia Depok. Sementara toko buku yang menjual buku-buku ‘jadoel’ -terbitan sekitar 5-10 tahun lalu- ada di Jakarta Book Centre, Kalibata Mall. Untuk Toko Gunung Agung (TGA), tiap toko berbeda stoknya dan tidak ada yang lebih lama daripada yang lain. Tapi jelas TGA Kwitang yang di depan Markas Komando Marinir TNI AL paling lengkap. Meski untuk buku-buku desain, TGA Pondok Indah Mall I lebih oke.

Dulu, saya masih sempat jalan-jalan juga ke emperan. Apalagi zamannya harus memanjakan seseorang yang doyan komik terutama Asterix. Karena di toko buku sudah jarang, saya harus jalan-jalan mulai dari Pasar Jatinegara, Kwitang, sampai Pasar Senen. Tapi kini sudah sulit mencari waktunya. Apalagi yang di Kwitang sudah digusur. Dulu, selain komik, saya bisa mendapatkan buku-buku bagus dengan harga murah di sana. Misalnya salah satu kitab suci agama Hindu yang amat langka di pasaran.

Nah, kembali soal buku menipu tadi. Memang sebaiknya selalu ada sampel buku yang bisa dibaca pengunjung. Sehingga kasus buku menipu tadi tidak terjadi karena minimal bisa ‘diintip’ dulu isinya. Tapi memang jangan mudah percaya pada sesuatu yang sepertinya ”too good to be true”. Termasuk buku-buku elektronik (e-book) atau buku betulan yang dijual lewat situs-situs yang hanya menjual buku itu. Biasanya buku-buku tersebut bertema ”cepat kaya” atau ”kiat sukses”. Terlebih yang dibuat orang kita.

Saya pikir, saya sudah berada di negara maju dimana tingkat kepercayaan masyarakatnya amat tinggi (high trust society). Saya lupa masih di Indonesia, sehingga bahkan untuk urusan menulis buku pun ’orang kita’ tega menipu. Duh!

One response to “Buku-Buku Menipu & Toko Buku

  1. salam kenal pak bhayu, saya sepakat dengan anda…. saya juga punya pengalaman yang sama,.. saya sering kecewa dengan judul buku yang bagus, tapi ternyata isinya mengecewakan… makanya, saya sekarang sangat selektif jika ingin membeli buku…

    menurut saya ada dua hal penyebabnya, pertama seperti anda bilang, soal kejujuran… kedua, memang kualitas editingnya yang buruk.. bahkan banyak buku terjemahan yang saya baca, tak bisa saya pahami artinya… mungkin kebanyakan diterjemahkan secara apa adanya..

    menyedihkan memang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s