Guna Filsafat Dalam Hidup

Hayo, hayo. Saya mau mengajak Anda keluar sebentar dari berita-berita menyeramkan di panggung ekonomi global. Kita istirahat dulu. Saya mau mengajak Anda untuk menengok filsafat, bidang yang saya cintai. (halah, ini sih bukan istirahat ya? Hehe).

Ndak kok, ndak rumit-rumit amat, saya cuma heran sama tabiat orang Indonesia yang gemar meremehkan orang lain. Ada seorang teman dari teman dekat saya, yah, kalau di Friendster berarti second degree friend-lah yang seringkali melontarkan pertanyaan menghina kepada filsafat. Untungnya ia tidak langsung mengatakannya pada saya, melainkan pada teman dekat saya.

Sewaktu pertama kali berkenalan, ia bertanya pada saya dimanakah saya berkuliah. Saya tentu jawab yang paling saya sukai: filsafat UI. Saat berbincang dengan saya sih tidak tampak keinginannya menghina, tapi beberapa waktu kemudian, tiap kali saya hendak bertemu dengan teman dekat saya dan ia tahu, ia selalu melontarkan pertanyaan konyol, ”hayo, duluan mana telor sama ayam?” Karena menurutnya filsafat cuma bertanya tentang semua hal.

Wah, sayang sekali ia tidak melontarkannya langsung pada saya. Saya bisa menceramahinya sebulan penuh tanpa henti (rekor dong!).

Celaan seperti ini pasti juga dialami teman-teman dari bidang yang dianggap ’tidak basah’. Sebutlah ilmu-ilmu murni seperti fisika, kimia, matematika hingga pertanian dan kelautan. Padahal, bidang-bidang inilah yang sangat dihargai di dunia barat.

Tidak pernah ada hadiah Nobel untuk HRD, Pemasaran, Pertambangan, atau Perbankan bukan?

Meski juga tidak ada hadiah Nobel untuk filsafat, namun barat mengakui filsafat sebagai induk segala ilmu pengetahuan pada gelar tertinggi dalam akademis: Doctor of Philosophy. Orang yang mencapai level S-3, dianggap sudah mengetahui filosofi dari suatu ilmu. Sementara yang S-2, dianggap menguasai seni suatu ilmu sehingga bergelar Master of Arts. Tentu saja, ada bidang-bidang dengan gelar berbeda, tapi secara umum, tingkatan itu berlaku di universitas-universitas tua seperti Harvard, Oxford, atau Princeton. Anda pasti tahu usia kampus-kampus itu bahkan lebih tua dari usia Indonesia.

Saya senantiasa bisa terlibat pembicaraan akrab dengan orang asing bila saya bilang latar belakang pendidikan saya adalah filsafat. Sementara dengan orang Indonesia, hanya dengan yang pintar,cerdas, dan berwawasan luas sajalah saya mendapatkan tanggapan positif.

Yah, filsafat kelihatannya memang tidak berguna bagi kehidupan orang per orang selain untuk ’ngelamun’. Mungkin itu pikiran teman saya. Padahal, dialah way of life. Agama adalah filsafat yang disucikan. Dan ia tidak tahu segala segi kehidupan kita berhutang dan didirikan di atas landasan filsafat. Sistem pemilu dan demokrasi berhutang mulai dari Aristoteles hingga John Locke, sistem pranata sosial pada Jean Jacques Rousseau atau Montesquie, psikologi termasuk sistem HRD pada Freud hingga Adler, ekonomi mulai dari Adam Smith sampai Thomas L.Friedman. Bahkan budaya pop pun berhutang budi mulai dari Levi Strauss hingga Derrida. Andaikata saja dia tidak terlalu malas, tentu akan tahu semua itu.

5 responses to “Guna Filsafat Dalam Hidup

  1. Blog anda luar biasa, tulisan ini menyadarkan kita tentang posisi filsafat dalama realitas manusia … blog ini bagus suatu saat saya akan mengunjungi lagi

  2. wah,pokoknya saya selalu menyempatkan membaca blog ini Kang Bhayu.Kebetulan sudah langgana juga (gratis hehe).

    Terima kasih untuk selalu berbagi ilmu pengetahuan,pengalaman dsb di blog ini.Sekali lagi saya permisi untuk terus ikut belajar pada karya-karya Anda.

    Semoga sehat selalu dan panjang umur serta berkah kita semua.

    Salam,

    Saya-Petani yang TKI di Riyadh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s