Krisis Ekonomi Global

Haduh! Krismon lagi? Semoga tidak.

Guncangnya bursa saham AS yang sebenarnya indikasinya sudah terlihat beberapa bulan lalu sejak sejumlah perusahaan keuangan di AS limbung. Tercatat nama-nama besar seperti Enron bangkrut dan kini Lehman Brothers pun akhirnya limbung. Kini, otoritas keuangan di AS harus meminta bantuan pemerintah untuk mengintervensi pasar. Suatu tindakan yang sebetulnya tabu dilakukan dalam sistem ekonomi pasar bebas. Pada akhirnya, karena memang sulit mencari alternatif lain dalam waktu singkat, maka pada hari Jum’at (3/10) lalu Kongres AS menyetujui penyaluran dana talangan pemerintah senilai US$ 700 milyar kepada sektor finansial dan perbankan. Presiden George HW Bush kemudian menandatangani UU Bailout.

Tindakan AS ini cukup melegakan karena berhasil mengerem makin anjloknya nilai saham di bursa-bursa saham dunia.

Sebenarnya, yang terjadi di AS adalah krisis kredit. Artinya, lembaga keuangan di AS terutama yang bergerak di bidang perkreditan mengalami kredit macet. Banyak debitor yang mengalami kegagalan saat harus membayar kredit pemilikan rumahnya. Ini memaksa lembaga keuangan terutama perbankan menyita agunan yang dijaminkan, kebanyakan berupa properti. Karena jumlah kredit macet perumahan ini ternyata banyak jumlahnya, maka jumlah properti yang disita pun banyak. Karena banyaknya stok atau persediaan (supply melimpah), otomatis menyebabkan harga turun (demand berkurang). Perbankan terpaksa menjual properti pada harga rendah. Ini mengakibatkan dana tunai yang dimiliki perbankan menyusut. Akibatnya, perbankan mengurangi penyaluran kredit. Akibatnya, pengusaha dan masyarakat sulit mendapatkan pembiayaan. Ini berimbas pada stagnannya kondisi perekonomian. Dalam perkembangannya, hal ini menyebabkan bangkrutnya sejumlah perusahaan. Efeknya jelas, banyak orang kehilangan pekerjaan. Tingkat pendapatan masyarakat menurun, tingkat konsumsi menurun, tingkat pengangguran meningkat, rasa frustrasi masyarakat bertambah. Dan perekonomian dalam negeri pun guncang.

Meski yang guncang sebenarnya perekenomian dalam negeri AS, namun karena mata uang negara tersebut menjadi standar dalam perdagangan dunia, maka jelas guncangannya terasa hingga ke berbagai negara. Apalagi dalam kerangka kapitalisme global ini, banyak bisnis yang saling terkait satu sama lain. Di saat satu usaha dalam mata rantai perdagangan atau bisnis global terguncang, ikatannya pun akan merapuh. Apalagi ini bisnis yang terkena cukup vital, yaitu sektor pembiayaan keuangan, investasi, dan asuransi.

Anda yang minat pada berita ekonomi tentu tahu detailnya. Tapi yang tidak harus waspada. Karena para ahli mengkuatirkan akan terulangnya peristiwa krisis ekonomi dunia di tahun 1930 yang dikenal dengan nama Black September (saya akan ceritakan ini besok). Dan sebagai orang awam, saya sangat kuatir harga-harga akan melambung makin tinggi. Kini saja, OHC (Over Head Cost) perusahaan saya sudah melampaui cash-flow forecast yang dibuat di awal tahun. Kacau!

Dan kita semua harus bergegas mencari emergency exit. Saya juga. Jadi maaf kalau saya buru-buru menyelesaikan tulisan hari ini, mau meeting darurat nih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s