Sekolah Kehidupan, Investasi & Kepercayaan

Blog ini diberi nama sekolah kehidupan atau LifeSchool karena saya merasa harus belajar terus-menerus seumur hidup. Meski saya termasuk beruntung -alhamdulillah- diberi kecerdasan dan kemampuan ekonomi hingga bisa mengenyam sekolah formal hingga tingkat yang cukup tinggi, toh kehidupan memberi saya jauh lebih banyak. Dan seringkali -aduh- hukumannya lebih keras daripada disetrap di depan kelas. Mengerikan. Tapi sekaligus juga menyenangkan mengingat HER-nya tak terbatas jumlahnya dan tidak ada tenggat waktu pengumpulan ujian. Rahasianya cuma satu, seperti kata Andrew Matthews dalam bukunya Being Happy: pelajaran akan diulang terus sampai kita menguasainya.

Seperti pengalaman saya, untuk satu fase kehidupan atau kita sebut saja pelajaran hidup, saya perlu tujuh tahun. Lama sekali. Karena orang lain ada yang cuma perlu enam bulan saja, atau bahkan kurang. Dan kebangkrutan sejumlah perusahaan besar di AS pun menyisakan pelajaran pahit bagi banyak orang. Kita terkadang percaya pada apa yang ingin kita percayai. Peringatan yang diberikan seringkali diabaikan.

Misalnya saat berinvestasi, jelas-jelas setelah tabel yang merayu kantong kita, ada tulisan besar-besar: ”Kinerja masa lalu tidaklah mencerminkan hasil yang akan diperoleh di masa datang” atau semacamnya. Dan masih ada saja yang percaya pada investasi menyesatkan. Sudah banyak diperingatkan para ahli perencana keuangan bahwa kalau tidak mengerti resikonya jangan berinvestasi di pilihan dengan resiko tinggi, tapi itu diabaikan karena investasi beresiko tinggi biasanya menjanjikan gain keuntungan tinggi pula. Yang orang lupa, pasti juga kerugiannya bakal besar juga kan? Ramai-ramai pula orang berinvestasi membeli franchise atau investasi pada business opportunity tanpa memperhitungkan teori baku bauran pemasaran 4 P (atau yang mutakhir 7 P), dan bingung kenapa modal mereka habis dengan mudah.

Satu tata tertib baku dalam sekolah kehidupan adalah: jangan abaikan apa pun, semua adalah pelajaran dan apa atau siapa pun bisa jadi guru. Jika ada orang lain berhasil dengan satu pelajaran hidup dengan guru tertentu, belum tentu Anda juga berhasil jika mengikutinya. Satu yang pasti, tidak akan ada yang sia-sia untuk dipelajari dalam sekolah kehidupan. Apa yang tampak sebagai kegagalan sekarang, niscaya akan Anda syukuri sebagai pembelajaran berharga di masa depan. Tentu, itu bila Anda mampu menyelami pelajaran di baliknya.

Bagi saya, kepercayaan pada siapa saja yang akan kita ajak kolaborasi dalam bentuk apa pun adalah yang utama. Dan pengalaman saya, selain beberapa individu teruji, kebanyakan orang kita sayangnya sulit dipercaya. Makanya saya membentengi diri dengan perjanjian bisnis. Saya pernah menuliskan bahwa untuk soal hukum saya sangat berhati-hati. Cuma memang terkadang sulit juga menerapkan prinsip ”business is business” pada teman. Karena itu, saya memutus hubungan dengan kebanyakan teman lama saya. Apalagi, maaf-maaf saja, banyak di antaranya yang pecundang (Satu yang paling parah misalnya, selalu membantah apa pun yang dikatakan teman bicaranya. Jadi andaikata saya bilang Presiden kita SBY pun, dia akan bilang ”mustinya bukan SBY”. Payah!). Kalaupun ada teman lama yang tetap saya jaga hubungannya, adalah mereka yang mau belajar pada hidup dengan mudahnya sehingga mereka secara garis besar sukses dalam jalur kehidupannya.

Toh tak bisa dipungkiri, kebanyakan teman yang dekat dengan saya sekarang adalah teman baru. Dan ternyata, teman-teman baru ini begitu hebatnya sehingga bisa menerima saya dengan tangan terbuka. Banyak di antaranya sudah lebih dulu sukses dan mau menerima saya sebagai muridnya. Ada pula yang jauh lebih tua tapi menganggap saya teman seiring. Jadi, sangat menyenangkan kalau kita mengembangkan kemampuan mengendus kepribadian orang. Dengan demikian, kepercayaan yang kita berikan bisa dijaga.

Sekolah kehidupan penuh sarana pembelajaran untuk yang satu ini. Karena ternyata memang tidak ada individu yang persis sama. Dan bersiaplah pula untuk membayar biaya sekolah ini. Makin terbuka kita pada pelajarannya, makin mudah menyerapnya,makin cepat waktu belajarnya, dan makin murah pula biaya yang harus Anda bayarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s