Jonathan Livingstone Seagull – Review / Ulasan

jls.jpg 

{I will divide my posting about Jonathan Livingstone Seagull into two parts: [1] Review [2] What Inspiring Me} 

This name is fictional character by Richard Bach who’s taken as this inspirative book title. I didn’t like to read a kind of book like this, beside its cover design is not interesting for me. But my girlfriend at that time told me about this book which she had read already when she was at junior high school, and I looked for this book at bookstore. Fortunately, I found this book which translated into bahasa Indonesia already.

Actually this book is a novel, with surrealistic drama genre which pioneered by Ernest Hemingway. But this novel constellation is not dark drama like Hemingway did, but bright drama which we can put this story ending as happy ending although not as like as Cinderella story.

 Jonathan Livingstone Seagull is a name of young seagull. He whose flying learning not learning usually only, but he exploring that flying itself beyond its border. He finally found higher meaning of flying and his life as a seagull. But shockingly, because of that he condemned as violating ‘destiny’ as a seagull and alienated. Here I quote one paragraph consist of his defense when he was trial by ‘elder seagull council’: 

“Who is more responsible than a gull who finds and follows a meaning, a  higher purpose for life? For a thousand years we have scrabbled after fish heads, but now we have a reason to live – to learn, to discover, to be free! Give me one chance, let me show you what I’ve found…” 

No one listen to his defense. No one give him a chance to show up his achievement. Jonathan alienated to the far cliffs. He is not surrender, however.

Alone, at the far cliffs, he explored himself. Finally at the end he can turn into the fastest flying seagull on the earth, faster than the light. He came out from his body ness. And finally everyone admired that Jonathan Livingstone Seagull is the right one. 

{Saya akan membagi tulisan tentang Jonathan Livingstone Seagull ini menjadi dua: [1] Ulasan [2] Apa Yang Menginspirasi Saya }

Nama ini adalah sebuah karakter rekaan Richard Bach yang sekaligus menjadi judul buku inspiratif ini. Saya dulu tidak begitu suka membaca buku macam ini, apalagi karena tampilan sampulnya yang bagi saya tidak menarik. Namun pacar saya waktu itu menceritakan buku ini yang telah dibacanya sewaktu SMP, dan saya pun lantas mencarinya di toko buku. Beruntung ada buku ini yang ternyata sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Sejatinya buku ini adalah novel, bergenre drama  surrealistic yang dipelopori oleh Ernest Hemingway. Namun konstelasi novel ini bukan drama gelap seperti karya Hemingway, melainkan drama positif di mana bisa dikatakan akhir dari cerita tergolong menyenangkan meski bukan Cinderella Story.

Jonathan Livingstone Seagull adalah nama seekor burung camar muda. Ia yang sedang belajar terbang ternyata tidak cuma belajar terbang, melainkan mengeksplorasi terbang itu sendiri hingga menembus batas. Ia akhirnya menemukan makna yang lebih tinggi dari terbang dan kehidupannya sebagai camar. Tapi apa daya, justru karena itulah ia dianggap menyalahi ‘kodrat’ sebagai camar dan diasingkan. Saya kutipkan satu paragraf pembelaan dirinya saat ‘diadili’ para ‘dewan camar senior’:

 “Who is more responsible than a gull who finds and follows a meaning, a  higher purpose for life? For a thousand years we have scrabbled after fish heads, but now we have a reason to live – to learn, to discover, to be free! Give me one chance, let me show you what I’ve found…” “Siapa yang lebih bertanggung jawab daripada seekor camar yang menemukan dan mengikuti makna, sebuah tujuan yang lebih hakiki untuk hidup? Selama ribuan tahun kita telah mencaplok kepala ikan, tetapi kini kita punya alasan untuk hidup – untuk belajar, untuk menjelajah, untuk bebas! Beri saya satu kesempatan, saya akan tunjukkan pada Anda apa yang saya temukan…”

Tak ada yang mau mendengarnya. Apalagi memberinya kesempatan menunjukkan pencapaiannya. Jonathan diasingkan ke tebing yang jauh. Toh ia tidak menyerah.

Sendirian, di tebing yang jauh, ia terus mengeksplorasi dirinya. Sehingga pada akhirnya ia mampu menjadi burung camar yang terbang paling cepat di muka bumi, lebih cepat dari cahaya. Lepas dari kebertubuhannya. Dan semua akhirnya mengakui bahwa Jonathan Livingstone Seagull benar adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s